H. Dede Rohana: Reses Merupakan Bahan Masukan yang Penting

H. Dede Rohana: Reses Merupakan Bahan Masukan yang Penting

CYBER88 | Cilegon -- H. Dede Rohana Putra menggelar reses Il di rumah kemenangan yang berlokasi di Cibeber, Kota Cilegon, Sabtu (19/2/2022).

H. Dede Rohana Putra, Anggota DPRD provinsi Banten dari partai Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2019-2024, yang dikenal dengan panggilan Dewan viral, saat diwawancarai usai acara menjelaskan bahwa acara reses mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Hari ini kita reses untuk 2 kecamatan yaitu Kecamatan Pulomerak dan Gerogol. Banyak sekali usulan, pertanyaan dan masalah yang ada di masyarakat, antara lain pengangguran, modal usaha, intrastruktur dan Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) juga dipertanyakan," tuturnya.

Reses anggota DPRD Provinsi Banten ini, bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat yang berada di Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Cilegon.

"Banyak sekali keluhan dari masyarakat, seperti permasalahan lingkungan yang sering terjadi, contohnya banjir, pembangunan infrastruktur, sampai permasalahan lapangan pekerjaan. Tentunya apa yang sudah disampaikan oleh masyarakat dalam reses ini akan menjadi bahan acuan saat dilakukan pembahasan nanti,” katanya.

Tidak bisa dipungkiri tingkat pengangguran di Kota Cilegon masih sangat banyak kurang lebih 4000 di setiap tahunnya.

"Setiap tahun yang lulus sekolah SLTA dan yang lainnya mencapai kurang lebih 4000 orang, sementara dengan adanya beasiwa untuk kuliah hanya bisa menahan laju pengangguran tetapi tetap saja tingkat penganggurannya masih tinggi,

Untuk modal usaha UMKM, KCS merupakan program janji kampanye pemerintah, yang dijanjikan bantuan usaha sebanyak 25 juta itu sepertinya tidak mungkin karena tidak ada anggaran sebesar itu. Mangkanya direalisasi menjadi 1 juta setelah di evaluasi," paparnya.

Lebih lanjut, kata dia, dari sekian progres pembangunan yang kita perhatikan dan menurut masyarakat, pembangunan fisik memang terbilang agak terlambat sekarang ini, karena pemerintah lebih fokus meningkatkan SDM sehingga pembangunan fisik sedikit terlambat sehingga jalanan yang rusak dan lain-lain anggarannya bukan lagi menjadi prioritas ini adalah bagian dari resiko.

"Harapannya dari kegiatan ini kita mempunyai inspirasi dari masyarakat yang bisa kita bicarakan di rapat dewan nantinya. Ini merupakan bahan masukan yang penting," pungkasnya. [Kiky]

Komentar Via Facebook :