Air Masuk ke Rumah, Warga Desa Ciadeg Cigombong Keluhkan Program Samisade yang Hingga Kini Belum Selesai
CYBER88 | Bogor -- Program Samisade yang menjadi unggulan Bupati Bogor, seharusnya bisa dibanggakan masyarakat. Namun, tidak untuk warga Desa Ciadeg Kecamatan Cigombong. Pasalnya pekerjaan betonisasi di Malimping RT 1 RW 12 itu, selain hingga kini belum beres hasil pekerjaannya pun dinilai kurang bagus.
Tak hanya warga sekitar yang merasa kecewa. Kepala Desa Ciadeg pun merasa kurang puas dengan hasil yang dikerjakan oleh pihak Prayoga selaku penyedia jasa.
Diduga akibat belum selesainya pekerjaan tersebut, membuat air melimpas atau Run Off ketika hujan besar. Air hujan tidak dapat mengalir karena ketutup beton yang belum selesai hingga menggenang dan turun masuk kerumah warga.
Hal ini tentunya sangat merugikan warga. Karena, menurut mereka, sebelum dibeton air tidak pernah turun dan masuk kerumah warga karena air mengalir dari barat ke timur ke arah betonisasi.
“Sebelum dibeton air tidak pernah banjir, “Kata mereka.
“Pekerjaan betonisasi Babakan Malimping yang seharusnya selesai dengan volume panjang 420 meter baru dikerjakan 75 persen sedangkan sisanya belum dikerjakan. Begitu juga pekerjaan betonisasi dikampung Babakan RT 01/02 Baru 40 persen pengerjaannya,
“Pekerjaan betonisasi tersebut seharusnya selesai ditahun 2021 namun hingga kini pekerjaan masih belum selesai dan sangat merugikan, “Tutur beberapa warga.
Ketua TPK Ciadeg Mujiatno saat dikonfirmasi mengatakan, Pekerjaan betonisasi yang belum selesai, kendalanya dari pihak PT Prayoga yang belum memenuhi kewajibannya.
Kata pria yang akrab dipanggil Iwo ini, seharus ditahun 2021 pekerjaan harusnya sudah selesai. Namun sampai tahun 2022 belum juga selesai.
“Prayoga berjanji dalam waktu 30 hari ini akan selesai semua tapi sudah berjalan 2 Minggu lebih kok belum ada tanda - tanda ingin dikerjakan. Masih kurang sekitar 25 sampai 30 persen lagi dari panjang 420 meter dan dikampung Babakan yang seharusnya 250 meter baru dikerjakan 40 persen, “Ujar Iwo.
“Kami dari pihak desa juga merasa malu kepada masyarakat dan masyarakat itu menuduhnya ini mah pihak desa yang memotong uangnya jadi pekerjaan tidak dilanjut lagi sebenarnya. Kami juga menunggu sehari dua hari mereka berjanji akan diselesaikan begitu pak, “Kata Iwo
Dengan mangkraknya pekerjaan, Lanjut Iwo, jelas merugikan warga yang tadinya jalan bagus walaupun tanah itu tidak becek sekarang dengan terpotongnya jalan oleh betonisasi menimbulkan luapan air saat musim hujan dan tumpah ke rumah warga.
“Andre pihak Prayoga ketika ditagih hanya janji - janji saja hanya bilang lagi ngorder ke Pioneer namun sampai saat ini tidak ada realisasinya," ungkapnya
Sementara, Wahyu Rahayu Kepala Desa Ciadeg Kecamatan Cigombong mengatakan, pihaknya merasa pusing dan bingung karena banyaknya keluhan dari warga.
“Kita sudah pusing dan bingung karena warga keluhkan pekerjaan betonisasi yang dikerjakan pihak Prayoga sampai saat ini belum beres padahal pembayaran sudah lunas hanya Kita masih menahan 10 juta untuk jaminan administrasi pelaporan, “Kata Kades saat dikonfirmasi awak media.
“Apalagi akibat pekerjaan betonisasi yang belum selesai ini membuat rumah warga banjir karena ketika hujan lebat air tidak bisa mengalir karena ketutup beton. Jadi air yang seharusnya mengalir kejalan jadi mengalir kerumah warga sehingga rumah warga jadi banjir dan Saya pun dikirimi videonya oleh warga yang rumahnya kebanjiran, " jelasnya
“Saya sudah konfirmasi ke sandi dan Andre pihak PT.Prayoga. jawaban dari Andre 30 hari kedepan mulai dari tanggal 22 februari akan diselesaikan padahal pekerjaan betonisasi samisade ini ditahun 2021 seharusnya sudah selesai bahkan Saya juga sudah konfirmasi ke pak Alfan bagian seplen, “Pungkas Kades.


Komentar Via Facebook :