Unwidha Tantang Mahasiswa Baru Generasi Z Kembangkan Potensi Klaten Jadi Kekuatan Ekonomi

Unwidha Tantang Mahasiswa Baru Generasi Z Kembangkan Potensi Klaten Jadi Kekuatan Ekonomi

CYBER88. I. KLATEN Ratusan mahasiswa baru Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten diajak untuk tidak sekadar menjadi generasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga berani mengambil peran dalam membangun daerah.

Pesan tersebut mengemuka dalam kuliah umum dalam rangka penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 yang digelar di Auditorium Unwidha Klaten, Senin (14/9/2026).

Mengusung tema “Generasi Z Sahita, Berkreasi, Berkolaborasi Mewujudkan Klaten Maju Sejahtera Berkelanjutan”, kegiatan tersebut menghadirkan Bupati Klaten yang diwakili Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Purwanto, S.Sos., MM., sebagai pembicara utama.

Kuliah umum menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Sekitar 300 mahasiswa dari total sekitar 750 mahasiswa baru Unwidha tahun akademik 2026/2027 mengikuti kegiatan tersebut.

Hadir dalam kegiatan itu jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten, Yayasan Pendidikan Indonesia Klaten, pimpinan Unwidha, para dosen, serta sivitas akademika.

Rektor Unwidha Klaten, Prof. Dr. H. Triyono, M.Pd., mengatakan kuliah umum tidak hanya menjadi kegiatan seremonial untuk menyambut mahasiswa baru. 

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan di sekitarnya sekaligus memahami bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Unwidha sebagai perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Klaten sudah semestinya memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan daerah.

“Tidak bisa dipungkiri Unwidha ini merupakan perguruan tinggi yang berada di wilayah Kabupaten Klaten. Sudah semestinya harus dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan Kabupaten Klaten,” kata Triyono.

Ia menilai mahasiswa perlu memahami berbagai perkembangan dan potensi yang dimiliki Kabupaten Klaten. Pengetahuan tersebut nantinya dapat menjadi bekal untuk melahirkan gagasan, inovasi, maupun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Triyono mencontohkan perkembangan sektor pariwisata, kuliner, dan UMKM yang memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan. Terlebih, posisi Klaten yang semakin mudah diakses setelah adanya jalan tol memberikan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Keberadaan Kabupaten Klaten yang saat ini terlewati jalan tol tentu sangat berdampak pada pengembangan pariwisata, kuliner, UMKM. Kolaborasi dengan dunia pendidikan sangat dibutuhkan untuk memajukan Kota Bersinar ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Sekda Klaten Jaka Purwanto memperkenalkan berbagai kondisi, tantangan, serta potensi yang dimiliki Kabupaten Klaten kepada mahasiswa baru.

Menurut Jaka, pengenalan terhadap daerah menjadi penting karena mahasiswa Unwidha tidak hanya berasal dari Klaten, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua.

Dengan mengenal Klaten secara lebih dekat, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari lingkungan akademik, tetapi juga mampu melihat berbagai persoalan di masyarakat sebagai peluang untuk menghadirkan solusi.

“Dengan memperkenalkan Kabupaten Klaten dengan berbagai potensi unggulan yang dimiliki, para mahasiswa ini dapat memberikan pemikiran. Kolaborasi dengan dunia pendidikan tentunya juga harus terus dilakukan dalam mewujudkan Klaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jaka memaparkan sejumlah potensi daerah yang dinilai memiliki prospek untuk terus dikembangkan, salah satunya sektor pariwisata.

Kemudahan akses menuju Klaten membuat sektor pariwisata semakin memiliki peluang untuk tumbuh. Peningkatan kunjungan wisata juga dapat memberikan dampak berantai terhadap sektor lain, seperti kuliner, ekonomi kreatif, transportasi, hingga UMKM.

Selain pariwisata, UMKM menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian Pemkab Klaten. Beragam produk lokal dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital.

Jaka mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa dalam membantu pelaku UMKM, mulai dari pendataan, pengelolaan database, pengembangan produk hingga pemasaran berbasis digital.

“Banyak produk yang dimiliki para pelaku UMKM di Klaten. Kerja sama dengan mahasiswa dan kampus dalam melakukan pendataan, pengelolaan hingga pemasaran berbasis digital diperlukan untuk mewujudkan UMKM yang berdaya,” pungkasnya.

Komentar Via Facebook :