Rabat Beton di Desa Keyongan, Baru Beberapa Bulan Sudah Terbelah

Rabat Beton di Desa Keyongan, Baru Beberapa Bulan Sudah Terbelah

CYBER88 | Lamongan -- Menurut Undang-Undang Desa, Dana Desa didefinisikan sebagai dana yang bersumber dari APBN yang diperuntukan bagi Desa yang ditransfer melalui APBD Kabupaten/kota dan digunakan unuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan, kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.

Namun sangat disayangkan ketika Dana Desa digunakan untuk pelaksanaan pembangunan tidak memperhatikan aspek kualitas, sehingga bangunan tersebut tidak bertahan lama atau bahkan tidak lebih dari setahun sudah rusak. Padahal sebelum dilaksanakan pembangunan tersebut ada yang namanya perencanaan untuk meningkatkan mutu dan kualitas.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Desa Keyongan Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan yang menyoroti hasil pembangunan yang dia nilai tidak memperhatikan aspek pembangunan berkualitas atau asal jadi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Keyongan.

Tokoh yang tak mau disebut namanya ini, mensinyalir, pada saat pelaksanaan pembangunan tidak memperhatikan spesifikasi. Pasalnya, dalam pembangunan rabat beton yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) sebesar 135juta hanya beberapa bulan sudah terbelah atau pecah.

Menurutnya, beton yang bermutu baik mempunyai beberapa kelebihan diantaranya mempunyai kuat tekan tinggi, tahan terhadap pengkaratan atau pembusukan oleh kondisi lingkungan, tahan aus, dan tahan terhadap cuaca (panas, dingin, sinar matahari, hujan). 

Berdasarkan pantauan Cyber88.co.id di lapangan, terlihat jelas bahwa pembangunan rabat beton di beberapa titik sudah terbelah secara memanjang. Bahkan, beton itupun sudah banyak yang aus. 

Menurut keterangan petani yang berada di lokasi sekitar mengatakan, pembangunan jalan tersebut sekitar bulan November.  Namun sambung dia, sekitar 3 atau 4 bulan setelah pembangunan sudah retak dan kini menjadi belah.

“Nggak tau kenapa sekarang malah besar, mungkin struktur tanah atau apa," ucapnya.

Soko, Kepala Dusun Keyongan ketika dikonfirmasi di kantor desa, Senin (23/05/22), terkait sumber anggaran dan besarnya anggaran, memilih bungkam. Padahal tentunya sebelum ada pembangunan ada yang namanya Musyawarah Desa (Musdes).

Sekretaris Desa pun enggan untuk berkomentar terkait hal tersebut dan, mengarahkan kepada Kepala Desa.

"Untuk lebih jelasnya langsung tanya ke kepala desa saja, karena masih baru jadi sekdes, untuk proses pembangunan rabat beton saya tidak tau mas,"ujarnya.

Sementara itu, ditemui dikediamannya, Maftukhin, Kepala Desa Keyongan mengatakan, semua pihak turut memantau pekerjaan yang dibiayai oleh dana desa.

"Ya, memang kemarin pak kasun juga saya suruh mengawasi dan yang mengerjakan Timlak, jadi semua perangkat dan BPD juga ikut memantau. Anggaran nya dari dana desa (DD) sebesar 135Juta, panjangnya sekitar 100 meter lebih, lebar 3 meter, tebal 12 centimeter,"jelasnya.

"Saya juga bingung mas ko bisa gelombang seperti itu padahal belum ada setahun. Ini akan saya tidaklanjuti, tapi ya nggak bisa maksimal, agar yang pecah tidak sampai seukuran ban sepeda karena berbahaya juga, nanti saya akan kasih semen lagi."ucapnya.

Komentar Via Facebook :