Adanya Dana Perpisahan Senilai Rp.250 Ribu di SMPN 4 Jatiwangi Dikeluhkan Sejumlah Orang Tua Murid, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Adanya Dana Perpisahan Senilai Rp.250 Ribu di SMPN 4 Jatiwangi Dikeluhkan Sejumlah Orang Tua Murid, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

CYBER88 | Majalengka -- Perayaan Perpisahan sebagai wujud rasa syukur kelulusan siswa dari Tingkat PAUD, SD, SMP hingga SLTA sederajat sudah biasa dilakukan oleh pihak sekolah. Namun hal yang sudah membudaya di dunia pendidikan, pungutan biaya yang dibebankan kepada murid berdalih sumbangan, biasa terjadi.  

Atas dasar diperbolehkannya meminta sumbangan meski nominalnya ditentukan, pihak sekolah pun menghimpun dana dari para murid untuk melaksanakan kegiatan perpisahan tersebut. Biasanya pihak sekolah menggelar rapat dengan para wali murid yang diwakili oleh pihak komite.

Nilai yang telah ditentukan untuk melaksanakan gelaran tersebut, memang tidak jadi persoalan untuk orang tua siswa yang mampu. Namun, biaya perpisahan yang dianggap sebagian orang tua murid yang kurang mampu agak memberatkan.

Meski demikian, para orang tua murid yang tak mampu pun berusaha membayar dana tersebut meski harus membanting tulang untuk mendapatkan uang. Mereka pun terkadang enggan untuk protes atau menyampaikan keluhannya pada pihak sekolah lantaran tidak mau terjadi dampak psikologi bagi anaknya.

Seperti dikatakan beberapa orang tua murid Kelas 1X SMPN 4 Jatiwangi Kabupaten Majalengka pada Cyber88.co.id yang harus membayar uang sejumlah Rp250 ribu untuk uang perpisahan anaknya yang dilaksanakan pada hari Sabtu 19 Juni 2022. 

Menurut mereka, saat ini kondisi perekonomian keluarga makin besar karena pengeluaran hidup seperti kebutuhan bahan pokok yang naik, penghasilan yang tidak menentu, sehingga seharusnya mendapatkan kompensasi atau keringanan bagi orang tua yang kurang mampu.

"Kami dari para orang tua merasa terbebani dengan adanya sumbangan yang nilainya sudah ditentukan sebesar Rp.250 ribu untuk perpisahan dan kami merasa keberatan” Kata salah satu dari mereka. 

“Kami berharap, untuk kedepanya dimohon untuk mempertimbangkan kebijakan tersebut walupun sifatnya sudah dimusyawarakan,”Cetusnya. 

Hal sama disampaikan juga orang tua siswa yang lainnya, agar dari pihak sekolah mestinya memahami kekurang dan ketidakmampuan mereka. Karena tidak semua orang tua murid di SMPN 4 Jatiwangi semuanya mampu.

“Bukan kami tidak ingin mengikuti hasil kesepakatan bersama, karena itu cukup memberatkan apalagi disaat situasi pasca pandemic Covid-19 ini,” Ucap dia.

Meski demikian, ia mengatakan berupaya untuk mengikuti acara pelaksanaan perpisahan tersebut walau menjadi beban yang cukup berat karena takut terjadi dampak psikologis bagi anaknya.

Suherman selaku ketua panitia acara perpisahan membenarkan adanya jumlah sumbangan biaya perpisahan sebesar Rp.250 ribu. Menurutnya, kegiatan perpisahan awal merupakan keinginan dari siswa-siswi. Pihaknya hanya mempersilahkan saja akan tetapi harus dibicarakan dulu sama orang tua.

“Dari hasil kesepakatan dengan orang tua yang dihadiri Komite, menemukan angka untuk biaya kisaran Rp.250 ribu per-siswa untuk acara perpisahan. Adapun jumlah siswa yang lulus sebanyak 129 siswa siswi,”Jelas Suherman data ditemui Cyber88.co.id Selasa (21/6/2022).

Dalam acara  pelaksanakan perpisahan kelulusan IX tersebut, lanjut Surherman, biaya kegiatan untuk kebutuhan 60 yang diperuntukan biaya perpisahan, medali, dan yang lainnya. 

“Bahkan dengan dana Rp.250 ribu, siswapun juga dikasih Snack,” Kata dia. 

Suherman pun menuturkan, dalam kegiatan pihaknya saat itu menampilkan acara adat dari siswa siswi, pengalungan medali, pembagian hadiah dan kegiatan berjalan dengan lancar.

Ade Elien, bendahara kegiatan mengatakan, gelaran perpisahan di masa Covid-19 tidak dilaksanakan dan baru pada kelulusan tahun ajaran 2021-2022 kegiatan perpisahan kembali dilaksanakan.

Namun, ada hal berbeda disampaikan Ade Elien, Kalau Ketua panitia mengatakan kegiatan untuk 60 murid, menurut Ade Elien dari jumlah 129 murid yang masuk hanya 80 siswa siswi meskipun diatara murid ada yang bayar Rp100-150 ribu.

“Jadi tidak semua sesuai dengan jumlah siswa yang melaksanakan perpisahan atau kelulusan”, jelas Ade Elien.

Sementara itu, Kepsek SMPN 4 Jatiwangi, H, Ruwiyatna mengungkapkan, semua siswa siswi kelas IX 100% lulus semua. Terkait uang untuk kegiatan perpisahan, hal sama seperti disampaikan Ketua Pnitia bahwa hal itu merupakan hasil musyawarah antara orang tua siswa siswi dan Komite.

“Adapun ada yang merasa terbebani, kamipun tidak ada unsur pemaksaan. Intinya terkait sumbangan itu saya tidak akan berani tanpa adanya kesepakatan, ”Katanya.

Ia menyebut, dalam kegiatan dihadiri oleh pihak Kecamatan, Desa, Pengawas Sekolah, Disdik, Komite dan orang tua siswa ikut menghadiri.

Meski demikian, Ruwiyatna berharap kalau ada yang keberatan terkait dana sumbangan atau ada hal – hal yang kurang jelas semestinya menyampaikan langsung kepada pihak sekolah, jangan memakai orang lain.

"Sebaiknya kalau ada yang mengeluh harusnya datang saja ke sekolah, jangan ke orang lain. Itu bukan pungutan, tapi sumbangan. Ada surat-surat lengkap, surat kuasa, surat berita acara juga ada kok. Berarti orang tua murid tersebut tidak hadir," Tandasnya. (Tatang)

Komentar Via Facebook :