Pemdes Desa Bandar Dalam Gelar Rembuk Stunting
CYBER88 | Lamsel -- Pemerintah Desa Bandar Dalam melaksanakan agenda rutin Rembuk Stunting tingkat Desa, Kamis (21/7).
Rembuk stunting ini berfungsi sebagai forum musyawarah antara Kader Kesehatan, PKK, masyarakat Desa dengan Pemerintah Desa, BPD untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di desa.
Khususnya Stunting dengan mendaya gunakan sumber daya pembangunan yang ada, oleh karenanya mari kita dengar apa yang akan disampaikan oleh bapak Camat kita.
Dalam sambutannya Camat menyampaikan, kegiatan utama dalam Rembuk Stunting di Desa meliputi pembahasan usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik serta sensitif yang disusun dalam diskusi kelompok yang terarah, dan pembahasan serta penyepakatan prioritas usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif.
"Kesepakatan hasil rembuk Stunting didesa dituangkan dalam berita yang ditanda tangani oleh perwakilan peserta Rembuk Stunting dan Pemerintahan Desa.
Pemanfaatan Dana Desa untuk penanganan stunting dapat dimulai dari pemetaan sasaran secara partisipatif terhadap warga Desa yang terindikasi perlu mendapat perhatian dalam penanganan Stunting oleh kader pemberdayaan di desa.
Selanjutnya lewat Rembuk Stunting Desa, seluruh pemangku kepentingan di Desa merumuskan langkah yang diperlukan dalam upaya penanganan Stunting termasuk bekerja sama dengan dinas layanan terkait.
Seperti ibu yang sedang berbadan dua mintalah vitamin-vitamin ,chek secara berkala di Posyandu sehingga kita tau perkembangan bayi kita, dan mudah-mudahan ibu-ibu Desa Bandar Dalam sehat semua serta tidak ada yang Stunting," ujar Camat.
Kepala Puskesmas,Bambang dalam sambutannya juga mengatakan, "Saya sampaikan bahwa kasus Covid naik lagi oleh karena itu besok ada program BIN (Badan Intelejen Negara) Polri bekerja sama dengan Puskesmas untuk melakukan Vaksinasi di Desa Bandar Dalam, jadi harapan saya besok yang belum divasinasi bisa divaksinasi ,baik vaksinsasi ke,1, 2 dan ketiga, kita berdo'a agar tidak sampai di tempat kita.
Saya sampaikan saat sy masuk tugas di Puskesmas Rawat Inap saya mencoba untuk memberi pelayanan terbaik artinya bukan yang hebat saya mulai dengan mengecat gedung, lalu memperbaiki WC, terrmasuk pelayanan kepada ibu/ bpk,
Jadi kalau ada keluhan ibu-ibu petugas kami cembrat cemberut,sudah kami sampaikan persoalan dirumah jangan dibawa ketempat tugas, karna menurut saya dengan palayanan yang ramah senyum sepa yang baik itu sudah merupakan obat bagi ibu, jadi obat hanya perantara saja, kita memberikan seyuman saja itu sudah membuat ibu senang," ungkap Bambang.
"Saya minta jangan ragu untuk mengkritik karena puskesmas milik masyarakat, kami hanya pelayan yang penuh kelemahan dan kekurangan,saya punya beban moral karna saya orang Sidomulyo dan sebentar lagi mau pensiun," imbuh Bambang.
"Stunting sudah lama ada saat dulu kita masih bayi kita dikasih hanya makan pisang saya nah itu bisa kurang gizi, Stunting namanya, Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak (kerdil)," tutupnya.
Hadir dalam Rembuk Stunting Camat Sidomulyo, Erman Suheri,Kades Bandar Dalam Suyadi, KUPT Puskes Bambang, Kaur Pembangunan Andi, Ketua BPD Juli, Pendamping Desa dan Korcam, Babinsa Desa Heri Indarto dan para Kader KPM. [Andy]


Komentar Via Facebook :