Abah Anton Charliyan : Golongan Nasionalis Militan, Tolak Keras Khilafah, Siap Bela NKRI Sampai Titik Darah Terakhir
CYBER88 | Bandung – Pada tgl 17 Agustus tahun 2022 ada Peringatan Upacara yang agak khusus bertempat di Monument juang Bandung, yang dilakukan oleh Koalisi Rakyat Bersatu yang dikoordinir Comunitas SAMMARI ( Solidaritas Aksi Masyarakat Militan Anti Radikalisme dan Intoleran ) berkumpul 109 Comunitas yang terdiri dari LSM, Ormas, Paguyuban seni budaya, kelompok Etnis, FKUB, Akademisi dan lain-lain.
Hal yang Istimewa yang dilakukan oleh Kelompok tersebut yakni mereka sengaja mengadakan upacara sekaligus melakukan deklarasi untuk menjaga NKRI, dimana saat ini khususnya untuk melawan faham Khilafah & NII, yang akhir-akhir ini sering mendeklarasikan diri untuk menegakan faham tersebut di bumi pertiwi ini.
Bertindak selaku pembina upacara mantan Kapolda Jabar Anton Charliyan yang saat ini lebih dikenal sebagai Abah Anton. Dalam sambutannya Anton mengatakan bahwa dengan dilakukanya upacara saat ini menunjukan bahwa kaum Nasionalis masih ada.
"Masih militan dan sangat banyak, menolak dengan tegas faham-faham yang ingin merongrong NKRI seperti, Sosialis, komunis, liberalis, terutama faham Khilafah dan NII." Tuturnya.
Justru disaat inilah dihari Kemerdekaan yang ke 77 akan dijadikan moment utk bangkit melawan Faham NII & Khilafah tersebut sampai titik darah terakhir. Dalam kesempatan upacara tersebut Ketua SAMMARI Budi Hermansyah membacakan deklarasi yang isinya antara lain menyatakan,"Bahwa Rakyat Jabar yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bersatu SAMMARI siap melawan segala bentuk Intoleran dan radikal, serta mendesak Pemda Jabar dan Pemda-pemda di seluruh Indonesia untuk membuat Perda anti Intoleran dan Radikalisme.
Upacara dikuti kurang lebih 1500 peserta, dilanjutkan dengan Pawai Akbar kendaraan, Merah putih berjumlah sekitar 1000 kendaraan keliling-keliling Kota Bandung.
Dengan Thema selamatkan Indonesia, Kami kaum Nasionalis masih ada banyak, militan dan tidak tidur, dengan Motto :
Pancasila Yes - Khilafah No.
Indonesia Bangkit Indonesia Tangguh.
Sebelum upacara berlangsung, diadakan pula acara Gelar Budaya yang cukup apik dengan menampilkan, pembacaan puisi-puisi perjuangan, seni barongsay, tari jaipong, tari ketuk tilu, pencak silat panglipur, debus pimpinan Wa Deden dan ditutup dengan kabaret sepatu roda. Pelaksanaan upacara berlangsung Khidmat dan penuh semangat. (Samsu)


Komentar Via Facebook :