TTKBI Cilegon Open Fest Tingkat Nasional Digelar di Alun-Alun Cilegon

TTKBI Cilegon Open Fest Tingkat Nasional Digelar di Alun-Alun Cilegon

CYBER88 | CILEGON – Semarak HUT Kemerdekaan Republik Indonesia turut diramaikan dengan digelarnya Kejuaraan Pencak Silat Seni TTKBI Cilegon Open Fest Tingkat Nasional 2026 di Alun-Alun Kota Cilegon, Banten, Sabtu (29/8/2026).

Mengusung tema “Budaya Lestari di Bumi Pertiwi”, kegiatan yang digagas DPW II TTKKBI Kota Cilegon ini menjadi ajang untuk melestarikan seni budaya pencak silat sekaligus menggali potensi dan prestasi generasi muda.

Penyelenggara DPW II TTKKBI Kota Cilegon, H. Undusin, mengatakan festival tersebut tidak hanya diikuti peserta dari Kota Cilegon, tetapi juga dibuka secara nasional bagi perguruan pencak silat dari luar daerah.

“Tujuannya membudayakan, melestarikan dan mengembangkan seni budaya pencak silat, terutama dalam bidang prestasi. Kami berharap ke depan event ini bisa dilaksanakan lebih besar dengan peserta yang lebih luas,” ujarnya.

Menurutnya, festival tidak hanya menampilkan satu aliran pencak silat, tetapi juga berbagai aliran seperti Bandrong, Terumbu dan lainnya, sebagai upaya mengangkat keberagaman seni budaya pencak silat, khususnya di Banten.

Ketua Panitia Ade Mulyana menjelaskan, kejuaraan diikuti sekitar 30 padepokan atau perguruan dari wilayah Banten dan luar daerah, dengan hampir 100 penampilan dari kategori perorangan putra-putri dan berkelompok.

Untuk kategori internal Cilegon, dipertandingkan perorangan putra, perorangan putri dan kelompok. Sementara kategori open tingkat nasional meliputi perorangan putra dan putri serta kelompok campuran usia 12–15 tahun.

Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp13,1 juta, ditambah piala, piagam penghargaan sementara uang pembinaan sesuai kategori.

Ade mengatakan, pihaknya juga berkomitmen agar sertifikat prestasi yang diperoleh para peserta dapat memberikan manfaat bagi pendidikan, khususnya sebagai salah satu pendukung jalur prestasi untuk melanjutkan sekolah maupun perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari dinas terkait. Kami berharap prestasi para pesilat dapat menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus berlatih,” katanya.

Sementara itu, Dewan Juri Festival Nasional Meddi Subandi mengatakan, penilaian dilakukan berdasarkan standar operasional dan juklak-juknis PB IPSI, dengan empat unsur utama, yakni orisinalitas, kemantapan gerak, kekayaan gerak dan penampilan.

Ia menilai kualitas peserta yang tampil dalam festival tersebut cukup baik dan bahkan dinilai layak bersaing di tingkat nasional.

“Peserta yang hadir menampilkan pesilat-pesilat yang luar biasa. Gerakannya bagus dan cukup fantastis,” ujarnya.

Hal senada disampaikan juri lainnya, Wiwin, yang menilai secara teknis para peserta sudah memiliki kemampuan yang baik, baik dari sisi gerakan maupun kemantapan.

Ia berharap pembinaan pencak silat dapat dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kota, provinsi hingga nasional, sehingga pesilat Banten memiliki kesempatan lebih luas untuk tampil di luar daerah bahkan di tingkat internasional.

Ketua DPC TTKKBI Pulomerak, Sutari, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyatakan siap mendukung kemajuan TTKKBI, khususnya di wilayah Pulomerak dan umumnya di Kota Cilegon.

Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarperguruan sekaligus menjaga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa agar tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda.

Komentar Via Facebook :