Pengecoran Bahu Jalan Ala Rudy Candrea Diduga Gunakan Batu Pondasi

Pengecoran Bahu Jalan Ala Rudy Candrea Diduga Gunakan Batu Pondasi

CYBER88 | Sulteng - Oknum kontraktor ternama di Provinsi Sulawesi Tengah Rudy Candera sebagai pelaksana proyek Preservasi Jalan Nasional Ruas Tonggolobibi- Sabang-Tambu-Tompe, dengan nilai kontrak Rp.18,485.234.000,00. Tahun anggaran 2022, dengan menggunakan bendera PT.Karya Baru Makmur yang beralamat Jalan Gajah Mada No.53 Kel.Ujuna Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Kamis, (8/9/2022).

Di ketahui proyek tersebut melekat pada Kementerian PUPR, Dirjen Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XIV Sulteng, Satuan Kerja (Satker) Wilayah I Sulteng, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 1.5) Ruas Jalan Nasional Ruas Tonggolobibi- Sabang-Tambu-Tompe

Berdasarkan hasil investigasi media ini (Cyber88) bersama beberapa media lainya, menemukan beberapa dugaan kejanggalan pada beberapa aitem pekerjaan yang di kerjakan oleh Rudy Candera, di antaranya pada aitem pekerjaan berupa pengecoran bahu jalan, yang mana diduga pihak kontraktor menggunakan batu kali/batu pondasi pada pekerjaan tersebut, hasil pekerjaan telah mengalami kerusakan baru selesai di kerjakan

Temuan dugaan penyimpangan bukan hanya pada penggunaan batu kali/batu pondasi pada pekerjaan pengecoran bahu jalan, juga terjadi pada aitem pekerjaan pembagunan saluran drainase, yang mana diduga tidak menggunakan laintai kerja (batu lantai) pasalnya sebagian lantai saluran drainase telah mengalami kerusakan diduga akibat tergerus air hujan

Menanggapi konfirmasi dan klarifikasi media ini, Sutarno sebagai PPK 1.5 Ruas Ruas Tonggolobibi- Sabang-Tambu-Tompe, sebagai pejabat yang bertanggung jawab pada ruas tersebut, memberikan tanggapan yang di kirimkan melalui pesan WhatsApp dini hari (kamis 8/9/2022) mengatakan, terkait dugaan kurangnya ketebalan pengecoran bahu jalan, kami telah intruksikan kepada Penyedia Jasa untuk melakukan perbaikan pada titik/lokasi yang ketebalannya tidak mencukupi.

Sementara terkait masalah, penggunaan batu kali/batu pondasi, hal itu digunakan sebagai penahan (bagian tepi) supaya rabat tidak runtuh, terus masalah kerusakan saluran drainase yang baru selesai di kerjakan, telah terjadi rusakan. Sutarno berkomentar,akibat derasnya air hujan, batu yang di siapkan untuk lantai ikut hanyut terbawah aie.

Lanjut kata Sutarni, terkait kerusakan pada pengecoran bahu jalan yang diduga di karenakan menggunakan batu kali/batu pondasi. Hal itu sudah kami koreksi untuk diperbaiki, seharusnya di pasang pondasi dulu. Namun saat pelaksanaan ada campuran lebih sehingga pekerja menghampar sisa campuran sampai ke tepi tempat pondasi. Dan pekerjaan tersebut di lakukan pengawasan baik secara administrative maupun pekerjaan fisik di lapangan

Sementara Rudy Candera, sampai berita ini di naikan, belum memberikan tanggapan, sementara pesan yang di kirimkan pada Kamis (8/9/2022) terlihat telah di baca.

Komentar Via Facebook :