Hadapi Tantangan Global, Ratusan Remaja Ngaji Teknologi Dan Idiologi Bareng Budiman Sudjatmiko
CYBER88 I Cirebon - Ratusan pemuda Cirebon mengikuti acara ngaji teknologi bareng Anggota Dewan Pertimbangan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Budiman Sudjatmiko. Acara di selenggarakan di Gedung Wanita, Sabtu 10 September 2022.
Kegiatan tersebut bertajug " Millenial Ngaji Idiologi" yang di pandu langsung oleh Budiman Sudjatmiko.
Dalam kesempatan tersebut Budiman menjelaskan betapa pentingnya makna ideologi bagi Bangsa Indonesia di dalam menghadapi tantangan global (global challenge) terutama para pemuda.
"Yang tidak kalah penting pemuda harus memahami makna ideologi Pancasila," ungkapnya.
Ia menambahkan, para remaja juga saat ini sedang dihadapkan dengan perubahan teknologi 4.O, yang serba digital (all digital).
Pemahaman ideologi yang kuat sangat bermanfaat bagi perubahan, sehingga ada aturan yang harus dipahami oleh kaum millenial guna menghadapi globalisas (globalization)
"Pengembangan teknologi sebuah keniscayaan tapi ideologi Pancasila yang akan mengatur kehidupan kita dalam berbangsa," ungkapnya.
Perubahan teknologi secara cepat (technology fast), lanjut Budiman akan mengubah kegiatan manusia secara umum.
"Generasi muda harus memahami perubahan tersebut karena adik-adik ini yang akan menghadapi tantangan tersebut," ujar Politis PDIP tersebut.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Cirebon yang juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, H. Imron, Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dani.
Imron mengatakan, para remaja sangat beruntung dapat ngaji ideologi langsung ke Budiman Sudjatmiko.
"Beliau sangat berpengalaman dalam menyampaikan materi tersebut. Dan yang lebih menarik beliau sekarang berkecimpung dengan dunia digital 4.O," kata Imron.
Sementara dalam penyampaian materi Ono Surono yang akrab disapa Kang Ono mengatakan, pemilik handphone di Indonesia ada 338,2 juta ( tiga ratis tiga puluh delapan koma dua juta) atau 140% dari jumlah penduduk Indonesia.
"Sedangkan pengguna internet terdapat 175,4 juta (seratus tujuh puluh lima koma empat juta) yang aktif 160 juta (seratus enam puluh juta ) orang," kata Ono.
Dalam mengelola masyarakat tetap harus mengikuti aturan dalam kehidupan nyata. Artinya ada aturan main sehingga tidak melanggar hak orang lain, " pungkasnya. (Hadi).


Komentar Via Facebook :