Mandor Replanting PT Supra Matra Abadi Diduga Aniaya dan Peras Karyawan BHL
Kantor PT SMA AFD IV grup Asian Agri Aek Nabara
CYBER88 I Labuhanbatu - Mandor Replanting PT SMA diduga memeras karyawan Biaya Harian Lepas (BHL) sebesar Rp 2.100.000.
Ketika Najar (22), Irwan (23), Putra (21) ketika dikonfirmasi media ini Rabu (12/10/2022) menjelaskan bahwa, mereka sedang kerja di AFD IV PT Supra Matra Abadi (SMA) grup Asian Agri Desa Perkebunan S3 Pondok matra Kecamatan Bilahulu Kabupaten Labuhan Batu.
"Kami kerja sambil humor dan berseloro (canda tawa) sesama teman, ternyata mandor Dapit mendengar dari kejauhan, kemudian dia datang mendekati kami, lalu Mandor Dapid langsung mencekik bagian leher saya seperti kerasukan hingga saya sulit bernapas. Kendati saya berusaha untuk lepas dari cekikan nya, usaha tersebut tidak berhasil. Napas saya sudah semakin sempit, tanpa saya sadari replek sepontan saya pukul wajahnya baru saya bisa lepas dari cekikan Dapid," kata Najar.
Lebih lanjut Najar mengatakan, setelah lepas dari cekikan nya kemudian Dapit memiting saya sembari membanting ketanah, setelah itu Dapit menimpa badan saya seperti bergulat, pada tanggal 02/09/2022 yang lalu.
Akibat kejadian tersebut, Mandor Dapit memeras saya dengan dalih uang berobat, padahal kami hanya karyawan lepas masih tega Dapit memeras kami," tandas Najar.
Selain itu kata Najar, Asisten AFD IV inisial Saidin mencaci maki kami dengan umpatan kasar berulang ulang.
Semestinya seorang pimpinan seyogianya harus dapat mengayomi bawahan dan membuat nyaman karyawan dengan bicara santun dan mendidik agar kami yang lebih muda lebih sopan kepada atasan atau yang lebih muda.
Namun malah sebaliknya, sebagai seorang pimpinan semestinya mendinginkan masalah bukan malah mendengar keterangan sepihak, beber Najar.
Saya merasa dirugikan, hingga harus kehilangan pekerjaan karena arogannya Mandor Dapit dan Asisten Saidin, sudah kena peras, di caci maki, dan dipecat secara sepihak. Saya berharap pihak pemerintah dan pihak perusahaan dapat menyelesaikan persoalan ini, agar tidak ada lagi karyawan berikutnya kena peras oleh Mandor Dapid dan dicaci maki oleh Asisten Sadin," ungkap Najar mengakhiri.
Ketika Humas PT SMA Linus Sianipar dikonfirmasi pada Kamis (13/10/2022) melalui telepon genggamnya untuk menanyakan kebenaran peristiwa tersebut namun tidak diangkat.


Komentar Via Facebook :