Dorong Optimalisasi BUMDes BPKal Wedomartani Study Banding Ke Desa Jabung Kabupaten Klaten
CYBER88 | Klaten- Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan kunjungan ke Pemerintah Desa (Pemdes) Jabung, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten pada Selasa (27/12/2022).
Kunjungan Badan Permusyawaratan Kelurahan Wedomartani ini dalam rangka pembinaan peningkatan kapasitas lembaga tersebut serta untuk studi banding mengenai pengelolaan BUMDes di Desa Jabung yang dalam beberapa tahun terakhir ini telah berkembang sangat pesat.
Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan Wedomartani, Mujiyanta menyampaikan, maksud dan tujuan kunjungan BPKal Wedomartani ke Desa Jabung ini untuk mendapatkan gambaran mengenai BUMDes yang ada di Jabung.
“Latar belakangnya, Wedomartani sudah punya lembaga BUMDes, tetapi ternyata tidak bisa eksis, tidak bisa berjalan. Sehingga kami perlu mendapat gambaran-gambaran berapa desa yang BUMDes-nya sudah bisa berjalan. Salah satunya ke Desa Jabung,” katanya.
Mujiyanta menyatakan, alasan BPKal memilih studi banding ke Desa Jabung karena desa ini memiliki letak geografis yang hampir sama dengan Kalurahan Wedomartani. Di Jabung ini memiliki wilayah pertanian dan wilayah pengembangan daerah industri, serta sebagian masyarakatnya adalah petani.
“Kami memiliki potensi, tanah kas desa yang cukup besar. Tetapi belum tergarap. Sehingga harapan kami, dengan menggarap potensi pertanian ini dapat mengembangkan BUMDes yang ada di Wedomartani,” ujarnya.
Mujiyanta mengatakan, BUMDes Wedomartani sudah berjalan empat tahun. Dan saat ini, pihaknya membutuhkan cara bagaimana membangun ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi rakyat dan BUMDes. Karena di BUMDes ini mereka dimudahkan dalam mencari peraturan, dukungan dari tenaga ahli dari perguruan tinggi, dan sebagainya.
“Harapan kami, Wedomartani bisa memiliki BUMDes yang kuat, yang mampu meningkatkan perekonomian di masyarakat. Apalagi sekarang ini, UMKM di kalurahan kami sedang maju, bagus. Karena didukung dengan Undang Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dan dana keistimewaan yang insya Allah dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat,” harapnya.
Kepala Desa Jabung Pramono Hadi saat menjelaskan seputar pengelolaan BUMDes Jabung Makmur saat kunjungan BPKal Wedomartani ke Desa Jabung.
Sedang Kepala Desa (Kades) Jabung Pramono Hadi dalam paparan menjelaskan, BUMDes Jabung Makmur berdiri sejak tahun 2017. Namun sampai tahun 2019, pengelolaan BUMDes Jabung Makmur masih belum dilakukan secara maksimal.
Sejak Kepala Desa dipegang oleh Pramono Hadi pada tahun 2019, BUMDes Jabung Makmur mulai ditata manajemennya. Dan melalui Musyawarah Desa, manajemen BUMDes Jabung Makmur diserahkan kepada para pemuda yang mau dan mampu bekerja keras memajukan warga masyarakat Desa Jabung.
Hal ini diawali dengan unit usaha penyediaan layanan pemasangan Wi fi untuk warga, pelayanan pembayaran tagihan listrik dan pajak bumi dan bangunan (PBB), dan selanjutnya membuka unit usaha budidaya pertanian dengan memanfaatkan lahan tanah kas desa seluas 14 hektar dengan membudidayakan aneka tanaman, antara lain jagung, cabe, terong.
Kemudian BUMDes Jabung Makmur juga mendirikan unit usaha pengolahan kompos yang berasal dari sampah rumah tangga warga Desa Jabung untuk dijadikan pupuk organik. Dan saat ini, juga sudah mulai dirintis usaha pertanian yang dipadukan dengan usaha ternak kambing. Di lahan seluas dua hektar, BUMDes Jabung Makmur melakukan budidaya rumput Pakchong untuk makanan ternak baik sapi maupun kambing.
Pramono Hadi memaparkan, berkaca dari pengalaman desa lain yang “latah” dan akhirnya gagal, maka BUMDes Jabung Makmur memilih mengembangkan potensi yang dimiliki Desa Jabung yaitu jasa layanan publik dan pertanian.
Ia menyatakan, situasi desa yang aman dan damai akan menjadi dasar utama bagi berkembangnya perekonomian masyarakat. Maka Desa Jabung bekerjasama dengan Wahid Foundation mewujudkan Jabung sebagai desa damai.
Selanjutnya, Pemerintah Desa Jabung juga ingin mewujudkan Desa Jabung sebagai desa digital, seiring kemajuan teknologi. Maka bekerjasama dengan Universitas Budi Luhur Jakarta, Desa Jabung saat ini sedang dilakukan pengembangan aplikasi Si Laron, yaitu Sistem Layanan Surat On Line untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan pelayanan persuratan bagi warga yang dilakukan secara digital.
Dan untuk pengolahan kompos, Pemerintah Desa Jabung bekerjasama dengan Pertamina Foundation membuat bangunan untuk pengolahan kompos yang berasal dari sampah rumah tangga warga Desa Jabung.
Sementara itu Direktur BUMDes Jabung Makmur, Robertus Hendri Aryo Nugroho mengatakan, pihaknya bersyukur karena sampai saat ini BUMDes Jabung Makmur sudah bisa berkontribusi terhadap pemasukan APBDes Desa Jabung.
“Selain itu, BUMDes Jabung Makmur juga sudah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 24 orang dan 13 karyawan yang merupakan warga Desa Jabung,” ucapnya.


Komentar Via Facebook :