Tuntutan JPU Dinilai Tidak Manusiawi, PH Terdakwa Terduga Pengguna Surat Palsu Minta Keadilan Majelis Hakim PN Dumai

Tuntutan JPU Dinilai Tidak Manusiawi, PH Terdakwa Terduga Pengguna Surat Palsu Minta Keadilan Majelis Hakim PN Dumai

CYBER88 | Dumai -- Untuk sekedar di ketahui, bahwa sidang sebelum nya, Jaksa Penuntut Umun (JPU) dari Kejaksaan Negeri Dumai telah membacakan tuntutan masa kurungan badan selama 5 tahun penjara kepada Gusti Ramadhan Chan, Irwansyah Putra, Zulmen Efendi, Jefry Seepryanto, Sugeng Susanto, Tri Eko Syahputra dan Afrizal  dan tuntutan 5 tahun 11 bulan kepada terdakwa Fahrizal Nasution Alias Fahrizal BIN (Alm) AZRA’I.

Sehingga atas ada nya pembacaan tuntutan terhadap ke 8 terdakwa tersangkut perkara dugaan pengguna surat palsu tersebut. Membuat dua orang pengacara asal kelahiran Kota Dumai jadi melontarkan tudingan "tidak manusiawi" terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara atas nama terdakwa Gusti Ramadhan Chan, Irwansyah Putra, Zulmen Efendi, Jefry Seepryanto, Sugeng Susanto, Tri Eko Syahputra ,Afrizal terdakwa Fahrizal Nasution Alias Fahrizal BIN (Alm) AZRA’I.

Managara Tua Tampubolon SH misalnya. Dalam isi nota pembelaannya di depan persidangan kantor Pengadilan Negeri Dumai, Jalan Bukit Datuk lama, mengatakan bahwa isi tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Dumai tidak sesuai dengan fakta fakta yang terungkap dipersidangan selama ini. 

Managara Tua Tampubolon dalam Pledoi (Nota Pembelaan) nya menegaskan bahwa tuntutan masa kurungan badan selama 5 tahun terhadap klien nya bernama 
Gusti Ramadhan Chan, ST, Irwansyah Putra, Zulmen Efendi, Jefry Seepryanto, Sugeng Susanto, Tri Eko Syahputra dan Afrizal tidak berdasarkan hukum dan fakta fakta yang terungkap dipersidangan

Selaku Penasehat Hukum dari ke Tujuh terdakwa terduga pelanggar perkara Pasal 263 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHPidana Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana dia tidak terima dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara terhadap kliennya. 

"Isi dakwaan dan tuntutan dari JPU tersebut telah sangat bertentangan dengan fakta yang terungkap di persidangan selama ini. Kurasa kita semua berharap dan telah menyepakati untuk menegakkan keadilan seadil - adilnya. Dan penegakan hukum yang adil tersebut haruslah berdasar dengan Fakta. Bukan dengan Asumsi, seperti yang tertuang dalam isi berkas surat tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum terhadap ke Tujuh klien saya saat ini. Jaksa Penuntut Umum dalam menyusun tuntutannya menurut saya hanya berdasarkan asumsi sendiri, sehingga seakan – akan fakta persidangan dijadikan sebagai formalitas saja," ujar Mangara Tua Tampubolon kepada CYBER88, Kamis (19/01/23).

Hal tersebut menurut Mangara Tua Tampubolon ditandai dengan tidak adanya pertimbangan dari JPU terhadap seluruh keterangan saksi yang dia hadirkan nya depan persidangan. 

Hal senada juga disampaikan PH / Pengacara dari terdakwa Fahrizal Nasution Alias Fahrizal BIN (Alm) AZRA’I.Kepada CYBER88 Pengacara kelahiran Dumai bernama Mastiwa SH ini juga mengatakan, bahwa diri nya sangat tidak sependapat dengan tuntutan 5 tahun 11 bulan yang dijatuhkan JPU terhadap klien nya bernama Fahrizal Nasution Alias Fahrizal BIN (Alm) AZRA’I

" Setelah membaca seluruh Berkas Perkara Terdakwa, tidak ada satu lembar pun berita acara sumpah terhadap Sakai Yonaidi Als Yon Bin Syofian (Alm),  namun di dalam tuntutan nya JPU mencantumkan ,bahwa saksi Yonaidi Als Yon Bin Syofian (Alm), dibawah Sumpah, pada fakta persidangan keterangan saksi Yonaidi Als Yon Bin Syofian (Alm), juga tidak ada dibacakan, jelas secara Hukum acara tindakan yang demikian tidak dibenarkan dan bertentangan ketentuan Pasal 160 KUHAP, Yang berbunyi bahwa, keterangan Saksi yang tidak disumpah tidak dapat dijadikan Alat Bukti. 

Dengan demikian saya berpendapat bahwa keterangan Yonaidi Als Yon Bin Syofian (Alm),  didalam Tuntutan Jaksa Penuntut Umum tersebut adalah sebagai keterangan ilegal," ujar Mastiwa dengan nada sedikit geram.

Selain keterangan saksi Yonaidi Als Yon Bin Syofian (Alm), keterangan saksi lainnya pun menurut Mastiwa masih banyak perlu dipertimbangkan. Saksi Junjungan Rio Cristian,S

Komentar Via Facebook :