2 Motor Raib saat Alumni Lakukan Expo, SMAN 1 Lamongan dan Panitia Saling Tuding

2 Motor Raib saat Alumni Lakukan Expo, SMAN 1 Lamongan dan Panitia Saling Tuding

CYBER88 | Lamongan – Dua unit sepeda motor yang terparkir di SMA Negeri 1 Lamongan, Jawa Timur, raib digondol maling saat alumni melangsungkan acara Expo Kampus. Uniknya, pihak sekolah dan penyelenggara saling tuduh, Kamis (19/1) kemarin.

Diperkirakan kejadian berlangsung pada pukul 16.25 WIB. Kedua unit sepeda motor milik Alumni SMAN 1 Lamongan berhasil dibawa kabur. Diketahui motor tersebut bernopol S_3010_JAV, Vario 125 warna hitam atas nama Sudarmaji dan Beat warna putih milik Suyanto dengan nopol S_2215_JAP.

Indah Rufiah yang didampingi Azis Subekti selaku Guru SMAN 1 Lamongan menyakal, hilangnya 2 sepeda motor di halaman sekolah, bukanlah menjadi tanggung jawab sekolah. Karena menurutnya, kegiatan Expo Kampus digelar oleh para alumni, pihak sekolah hanya memfasilitasi tempat.

Membenarkan pernyataan Indah, Kepala Sekolah SMAN 1 Lamongan, Sofyan menjelaskan, jika kegiatan diadakan oleh alumni sendiri, panitia tidak ada izin kepada pihak sekolah.

Pengamanan di sekolah, menurut Sofyan, kamera CCTV hanya terdapat pada ruang kelas untuk pengawasan kegiatan belajar-mengajar dan di parkiran untuk keamanan.

Setelah diperiksa, kamera CCTV yang terpasang di area parkir tidak maksimal. Posisi kamera tidak memungkinkan sudut pandang kamera menjangkau area yang luas. Sedangkan, di gerbang sekolah yang notabene banyak keluar-masuk orang, tidak terpasang CCTV.

Kemudian, pihak keamanan dinilai sangat longgar, sehingga tidak memeriksa dan memantau siapa aja orang yang keluar-masuk area sekolah dari gerbang. Hal ini menjadi poin yang paling banyak dikritik oleh pelajar dan orang tua siswa. Meski begitu, petugas keamananmengatakan, dirinya pernah mengajukan pemasangan kamera CCTV di gerbang sekolah, namun belum direspon.

Alumni SMAN 1 Lamongan yang menjadi panitia Expo Kampus menjelaskan, bahwa mereka telah meminta izin pihak sekolah, juga pengajuan proposal telah dilakukan. Bahkan, pihak sekolah memberi saran untuk mengundang Bupati Lamongan untuk hadir, dan pihak sekolah juga ikut menampilkan beberapa kegiatan.

Sembari bercerita, para alumnus mengatakan jika keamanan sekolah sangat minim pengawasan. Saat mereka masih bersekolah di sana, sempat kejadian motor-motor yang terparkir ambruk lantaran penuh. Sayangnya, pihak sekolah menyalahkan pemilik kendaraan dengan alasan, "Mengapa parkir sampai meluber?".

Di sisi lain, orang tua siswa pemilik motor yang hilang merasa kecewa atas tanggapan pihak sekolah yang enggan bertanggung jawab.

Dengan kecewa, ia mengatakan, "Ya, meski itu kegiatan alumni,  tapi kegiatan itu dilakukan di area sekolah. Kegiatan itu pun sudah melalui izin dan pihak sekolah pun turut serta berpartisipasi, juga diuntungkan dengan dengan kegiatan alumni yang diselenggarakan setiap tahunnya. Tapi mengapa melepaskan tanggung jawab begitu saja?"

Ketika pihak sekolah diajak para korban untuk turut melaporkan ke Polisi, para guru memilih untuk hanya melihat melalui hasil yang direkam CCTV. Mereka terlihat berat hati dan beralasan, cukup korban saja yang melapor karena bukan tanggung jawab sekolah.

Kesal akan respon tersebut, korban menggerutu, "Sekelas SMA Negeri 1 Lamongan, SOP keamanannya sangat minim dengan satpam yang teledor. Bayangkan, 2 motor hilang sekaligus."

Sementara kejadian tersebut telah dilaporkan ke SPKT Polres Lamongan dengan nomor laporan LP/B/17/I/2023/SPKT/POLRES LAMONGAN/POLDA JAWA TIMUR dan segera ditindaklanjuti ke lokasi.

Korban berharap kepada Polres Lamongan agar secepatnya dapat menangkap para pelaku dan diproses sesuai Undang-Undang yang berlaku. Kemudian berharap agar Polres Lamongan juga melakukan pemeriksaan terhadap pihak sekolah selaku penyedia tempat untuk menilai keamanan sekolah.

Komentar Via Facebook :