Pelatihan Keluarga Tanggap Bencana Alam Se-Provinsi Banten 2023
CYBER88 | serang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Banten dan Komisi 5 melakukan kegiatan sosialisasi terkait penanggulangan bencana di kecamatan Pulo Ampel, acara di gelar di kantor kecamatan Pulo Ampel, Rabu(22/02/2023).
Kegiatan tersebut mengundang perwakilan dari Desa Pulo Ampel dan Kelurahan Suralaya karena daerah ini yang dianggap rawan bencana.
"Memang daerah-daerah ini adalah daerah-daerah perbatasan kota Cilegon dengan Kabupaten Serang kemudian dekat dengan tepi laut." Kata H Umar Bin Barmawi Anggota DPRD Provinsi Banten Komisi V dari Fraksi PKB.
Kegiatan ini dalam rangka menggugah kembali bagaimana kesadaran masyarakat dan juga menegaskan kepada para kader yang ada di desa-desa untuk terus melakukan mitigasi bencana.
Lebih lanjut ia mengatakan, "Bencana itu datang sewaktu-waktu dan banyak memakan korban. Oleh karena itu yang terpenting adalah individu-individu yang bisa menyelamatkan diri."
"Peran provinsi bagaimana kita memang menganggarkan alokasi anggaran terhadap BPBD Provinsi Banten tetapi juga di sisi lain. Bagaimana peran pemerintah kita dorong agar industri industri yang ada di sekitar Pulo Ampel juga memberikan manfaat kepada masyarakat, dengan melakukan sosialisasi ketika ada bencana sehingga sinergitas antara pemerintah daerah dan industri dapat memberikan dampak yang baik kepada masyarakat," paparnya.
"Kami ingin agar seluruh industri yang memang berkaitan langsung dengan lingkungan yang ada disekitarnya, memberikan pelatihan-pelatihan terkait emergency response team bukan hanya di dalam industri tetapi juga melibatkan masyarakat yang ada di sekitarnya. Karena memang ketika ada bahaya itu bukan hanya itu saja tetapi juga masyarakat yang ada di sekitar kita." Harapnya.
Sementara Nana Suryana sebagai narasumber mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota Serang atas apresiasinya mengadakan kegiatan sosialisasi bencana ini.
"Saya terima kasih kepada Provinsi Banten yang sudah menyiapkan anggaran untuk budaya keluarga bencana ini berawal dari keluarga. Oleh karena itu kita akan mulai sekarang melalui keluarga, bagaimana keluarga diberikan pemahaman dan penguatan bagaimana mengantisipasi mencegah dan menanggulangi bencana sehingga pengurangan risiko bencana, bagaimana menyelamatkan diri ketika bencana datang, oleh karena itu kedepan akan diadakan pelatihan- pelatihan kepada masyarakat, bagaimana cara mengatasi jika bencana datang." Kata Nana.
Menurutnya, BPBD memberikan sebuah warning kepada masyarakat agar waspada terhadap situasi kondisi lingkungan.
"Dengan pembinaan masyarakat yang sadar akan rawan bencana, kalau mereka juga melakukan langkah-langkah kerja di evakuasi dan sebagainya pelatihan desa bencana dan pemerintah serta industri memfasilitasi." Pungkasnya.


Komentar Via Facebook :