Labuhan Bubuh - Bubuh Kesirat Bersama Raden Mas Kukuh Hertriasning.

Labuhan Bubuh - Bubuh Kesirat Bersama Raden Mas Kukuh Hertriasning.

CYBER88 | Panggang, Gunungkidul - Selain Destinasi wisata Pantai Kesirat yang indah, di Gunungkidul  juga memiliki keanekaragaman tradisi serta kebudayaan yang unik dan khas,hal itu terdapat di setiap wilayah,salah satu diantaranya adalah tradisi 'Bubuh -bubuh Tanjung Kesirat'.

Acara Bubuh -bubuh dilakukan di Tanjung Kasirat  yang terletak di Padukuhan Karang , Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan diselenggarakan setiap satu tahun sekali, oleh masyarakat Girikarto pada hari Selasa pahing (07/03/2023) disaat musim tandur, dengan mengadakan tradisi budata sedekah di Tanjung Kesirat.

Disampaikan oleh juru kunci (sesepuh) Mbah Kismo (75) menjelaskan,Bubuh-bubuh pantai Kasirat merupakan tradisi yang sudah turun temurun berusia ratusan tahun yang mempunyai makna filosofi hidup dan sejarah,dan tepat pada hari Selasa Pahing, tanggal 07 Maret 2023 , menurut penanggalan Jawa di Pantai Kesirat Padukuhan Karang Desa Girikarto dilaksanakan Tradisi Bubuh bubuh Tanjung Kesirat,
Agenda ini memiliki sejarah,waktu lampau nenek moyang Dusun Karang mengalami kekeringan panjang, mereka meyakini mendapatkan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang disampaikan oleh para Leluhur untuk diarahkan melakukan sedekah Bubuh.

Prosesi ritual pukul 11:00 WIB..,
Prosesi tradisi ini diawali sesaji di Tunggak Klopo, dilanjutkan ke Goa Pertapan Kesirat dan berakhir di puncak Tanjung Kesirat. 

"Bubuh bubuh pantai Kasirat mengandung makna bentuk rasa puji syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia NYA, sehingga kami secara turun temurun melakukan ritual sedekah," jelas juru kunci Mbah Kismo.

Acara tersebut dihadiri oleh Raden Mas Kukuh Hertriasnin, Ndoro Aning merupakan kerabat keraton Ngayogyakarta Hadiningrat cucu dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII beserta istrinya Ndoro Sari. Sumardiyono Lurah Girikarto, Sukardiyo Dukuh Dawung ,Winarti Dukuh Dompleng ,tokoh masyarakat kalurahan Girikarto.

Disampaikan oleh Raden Mas Kukuh Hertriasning (Ndoro Aning ), Bubuh-bubuh di pantai Kesirat merupakan tradisi yang sangat istimewa,karena hal ini merupakan satu - satunya tradisi yang ada di Gunungkidul dimana sedekah dilakukan ditepi tebing, dan dijatuhkan ke laut lepas.

Dijelaskan oleh Raden Mas Kukuh Hertriasning (Ndoro Aning) bahwa Nama Kesirat mengandung arti Kesirat ( shirath/sirot : menuju jalan yang lurus ), yaitu jalan lurus lahir batin manusia kepada Sang Pencipta Alam Semesta, atau mengandung arti  Tunggak Klopo ( sebuah awal kelahiran/kehidupan ) – Goa Pertapaan ( proses kehidupan bisa diartikan tempat meditasi berdoa kepada Tuhan ) dan terakhir Puncak Kesirat (puncak dari  jalan kehidupan menuju jalan yang  lurus disertai keikhlasan dan kepasrahan kepada Sang Pencipta).

Komentar Via Facebook :