Kelurahan Cibabat Sosialisasikan Pilah Sampah

Kelurahan Cibabat Sosialisasikan Pilah Sampah

CYBER88 | Cimahi — Menekan pengeluaran tentang sampah sesuai dengan perda No.6 thn 2019 tentang persampahan serta program yang digulirkan oleh Pj Walikota Cimahi terkait sampah sebagai program kesadaran bersama.

Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara menggelar pelatihan kapasitas kelembagaan untuk peningkatan Kaderisasi  bidang kepengeloaan sampah dengan menghadirkan tenaga ahli dari Universitas TEDC.

Lurah Cibabat Mohammad Faisal menyampaikan,  pelatihan tersebut menjadi rangkaian dari program pemerintah Kota Cimahi yaitu Grak Ompipah (Orang Cimahi Pilah Sampah) yang bertujuan sadar akan sampah.

"Agar Cimahi Ngahiji dapat terwujud. Hal tersebut seperti yang disampaikan Pj Walikota, "Perubahan paradigma masyarakat terhadap sampah merupakan hal yang krusial dalam pelaksanaan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutur Faisal melalui Telpon, Selasa (20/03/2023).

Sementara itu Ir. Halimi Ketua LPM Kelurahan Cibabat menyampaikan kegiatan ini menjadi atensi bersama pemerintah Kota Cimahi untuk meminimalisir sampah khususnya diwilayah kelurahan Cibabat.

”Ini adalah program yang digulirkan Pj Walikota dan menjadi program masyarakat Cibabat terkait pilah sampah dengan metode kaderisasi satu RW 4 orang," kata dia.

Menurutnya, ini akan menjadi sebuah perhatian bagi kami supaya program Ompimpah  bisa dilakukan disetiap wilayah yang dimotori oleh lembaga yang ada di wilayah Cibabat.

Inisiasi ini juga bepedoman pada referensi Pj Walikota, dan tidak muncul begitu saja, mengingat sampah yang diproduksi masyarakat kota cimahi perharinya menghasilkan 275 ton sampah, dengan biaya 40 milyar pertahun," terang Halimi.

Setelah dikaji ternyata hanya 15 persen sampah residu yang dibuang ke TPA dengan nilai 6 Milyar. Dan sisanya ada 34 Milyar yang bisa dialihkan untuk program lain, tambahnya.

"Kami mengkaji ternyata 85 persen dari biaya tersebut memiliki nilai ekonomis yang bisa dipergunakan untuk peningkatan guru ngaji, intensif RT dan RW, penambahan Infrastruktur juga peningkatan mutu pendidikan seperti perbaikan kelas dan lainnya, karena ada penghematan biaya senilai 34 milyar," Pungkasya.

Komentar Via Facebook :