Ketua AMK Usung RA Lasminingrat Sebagai Pahlawan Nasional 

Ketua AMK Usung RA Lasminingrat Sebagai Pahlawan Nasional 

Raden Ayu Lasminingrat

CYBER88 | GARUT – Viralnya pemberitaan tentang RA Lasminingrat dalam berbagai media masa terutama karena munculnya pada google doodle rabu, 29 Maret 2023, makin menjadi buah bibir di masyarakat khususnya warga Jawa Barat hingga mengusulkannya menjadi Pahlawan Nasional.

Pada bulan Juli 2007 Raden Ayu Lasminingrat pernah diusulkan menjadi Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Namun karena masih terdapat data-data  yang harus dilengkapi, pengusungan tersebut ditunda.
Pada tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Garut kembali mengusung RA. Lasminingrat sebagai Pahlawan Nasional dan sampai saat ini masih dalam proses.

Ketua Angkatan Muda Ka’bah, Eff Joy Pendhita angkat bicara mengusulkan RA. Lasminingrat menjadi Pahlawan Nasional

“RA. Lasminingrat lebih dari layak untuk dijadikan Pahlawan Nasional yang telah berjuang sejak tahun 1870-an mengajar tentang pendidikan moral dasar dan psikologi, kemudian pada tahun 1907 mendirikan sebuah sekolah, bernama Sekolah Kautamaan Istri. Sekolah itu mengajarkan pemberdayaan perempuan, membaca dan menulis,” ungkap pemilik nama lengkap Effendy Joy Pendhita ini, Minggu (03/04/23).

Dikatakan Joy, sekolah itu terus berkembang dan pada tahun 1911 diakui oleh belanda hingga pada tahun 1934 diperluas ke berbagai daerah di Garut. Jelas dia mengutamakan emansipasi wanita pada masanya dan ini lebih dari cukup bagi kita selaku bangsa yang tidak boleh melupakan sejarah untuk menjadikan RA. Lasminingrat sebagai Pahlawan Wanita

Diketahui, Lasminingrat merupakan anak dari Raden Muhamad Musa, seorang sastrawan modern pada masanya, yang terkenal di abad ke-19.

Perempuan dengan nama asli Raden Ayu Lasminingrat ini, lahir di Garut. Catatan sejarah menyebut, beliau dilahirkan pada tanggal 29 Maret 1854, dan wafat pada 10 April 1948 pada usianya yang ke-94 tahun. Sebab itu, tiap tanggal 29 Maret, diperingati sebagai hari RA. Lasminingrat, khususnya bagi warga Garut.

Terlahir dari keluarga ningrat, membuat RA. Lasminingrat mendapatkan banyak keunggulan dibanding pribumi lainnya. Keluwesan sang ayah, dimanfaatkan betul untuk belajar oleh Lasminingrat. Diceritakan Warjita, satu ketika, Lasminingrat pernah dikirim ayahnya untuk berguru kepada Levyson Normal, Teman ayahnya asal Belanda.

Karena didikan ini, Lasminingrat kemudian bisa menulis dan berbahasa Belanda. Beliau kemudian bercita-cita memajukan kesetaraan bagi seluruh perempuan melalui jalan pendidikan.

Perjuangan itu, kemudian direalisasikan Lasminingrat lewat menulis. Caranya, tergolong unik. Dia mengadaptasi dongeng luar negeri, kemudian ditulis ulang ke dalam bahasa Sunda. Salah satu produknya, adalah Carita Erman, yang diterjemahkan dari Christoph von Schmid.

Sejak saat itu, mentalnya terus terlatih. Dibawah bimbingan sang ayah, Lasminingrat mulai mengajar anak-anak dari seluruh Indonesia di akhir tahun 1870-an. Lasminingrat diketahui mengajarkan pendidikan moral dasar dan psikologi.

Wanita yang kemudian menikah dengan Raden Tamtu dari Sumedang serta Bupati Garut Pertama Raden Adipati Aria Wiratanudatar VIIl itu, kemudian mendirikan sebuah sekolah, bernama Sekolah Kautamaan Istri, pada tahun 1907. Sekolah itu mengajarkan pemberdayaan perempuan, membaca dan menulis

Sekolah itu, kemudian berkembang dan diakui oleh belanda pada tahun 1911. Seiring berjalannya waktu, sekolah ini kemudian terus berkembang sehingga kemudian diperluas ke berbagai daerah di Garut, pada tahun 1934.


(Berbagai Sumber)

Komentar Via Facebook :