Sejumlah 5 Orang Penambang Emas Lokal Meninggal Tertimbun Tanah Longsor di Lokasi Eks IUP PT.KNK

Sejumlah 5 Orang Penambang Emas Lokal Meninggal Tertimbun Tanah Longsor di Lokasi  Eks IUP PT.KNK

CYBER88 | Parigi Moutong - Dengan maksud mencari nafkah untuk keluarga, lima orang penambang emas meninggal di tempat, diduga akibat tertibun longsoran tambang emas yang berada di Desa Lobu Kacamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah (minggu 16/4/2023).

Peristiwa longsoran di lokasi tambang emas tersebut, terjadi pada sabtu 15/4/2023 sekitar pukul 16.00 wita, dan setelah di lakukan evakuasi kelima korban tersebut, di ketahui berinisial Muk, Mar, Yan dan Kas yang merupakan warga Desa Lobu sementara Ags di katahui warga Desa Tinombala Barat Kecamatan Ongka Malino.

Kepala Desa Lobu Jufrin Muslin, ketika din konfirmasi media ini melalui telepon seluler pada sabtu malam (16/4/2023), mengakui peristiwa naas tersebut. Iya memang benar di lokasi pertambangan emas di Desa Lobu mengalami longsoran yang mengakibatkan 5 orang penambang meninggal, yang diduga tertimbun longsoran dengan kedalaman sekitar 8 meter.

Menurut informasi dari warga sesama penambang emas, sebetulnya sejak siang rekan-rekannya sudah melarang, agar tidak beraktivitas di sekitar tebing yang longsor itu, namun kelima korban tidak mengindahkan teguran dari rekan-rekannya itu.

Memang benar lokasi pertambangan itu, masih berada di dalam kaplingan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT.Kemilau Nusantara Khatulistiwa (PT.KNK) yang berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong Kabupaten Parimo..

Namun PT.KNK sudah tidak lagi melakukan pengolahan emas secara langsung di lokasi IUP-nya, yang melakukan pengolahan saat ini adalah masyarakat Desa Lobu, sebagai pemilik lahan yang berada di lokasi IUP PT.KNK, ya kemungkinan di antara masyarakat yang mengola ada perjanjian dengan PT.KNK

Terkait IUP PT.KNK sampai saat ini masih simpang siur, ada informasi IUP tersebut telah di cabut oleh Kementerian ESDM pada tanggal 2 maret 2022, ada juga yang sampaikan bahwa IUP tersebut masih di perpanjang, beber Jufrin dari balik telpon selulernya .

Nasar Pakaya, salah seorang tokoh pemuda Kabupaten Parigi Moutong yang juga sebagai pemerhati lingkungan, melalui pesan WhatsApp-nya mengatakan, kami mendesak kepada bapak Kapolda Sulteng Irjen Agus Nugroho, yang baru di lantik pekan lalu.

Sekiranya dapat dijadikan satu atensi, terkait penindakan Peti yang ada di Provinsi Sulteng, terkhusus di Kabupaten Parimo, dan jika ada oknum aparat yang diduga ikut bermain terkait Peti, mohon untuk dapat di tindak sesuai dengan SOP yang ada di Kepolisian.

Memang informasi yang kami dapatkan, para penambang emas yang ada di Desa Lobu itu, rata-rata tinggal penambang lokal yang punya satu dua alat excapator,terkesan para penambang lokal tersebut berlindung di balik IUP milik PT.KNK, yang diduga telah di cabut.

Informasi yang kami dapatkan, yang mana longsoran itu terjadi di lokasi kaplingan milik salah seorang penambang lokal yang berinisial EM, ungkap Nasar dengan penuh harap.

Sampai berita ini di naikan, wartawan media ini belum mendapat keterangan resmi dari pihak Kepolisian setempat, serta belum mendapatkan konformasi dari penambang EM.

Komentar Via Facebook :