Aksi Demo May Day, Ristadi Presiden KSPN Soroti Perusahaan Tambang Nikel yang Dinilai Hanya Mengekploitasi Sumber Daya Alam dan Buruh, Tuntutannya Ngeri!!!
Ristadi, Presiden KSPN DIdampingi Ketua DPD KSPN Kabupaten Bandung (Tajudin) bersama Ribuan anggota
CYBER88 | Jakarta -- Peringati Hari Buruh Internasional atau May Day pada hari ini, Senin (1/5), Puluhan ribu buruh menggelar aksi besar-besaran melakukan Aksi demo di sejumlah titik Jakarta. Puluhan Pederasi Buruh memadati sejumlah titik di Kota Jakarta termasuk dari Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) yang menurunkan ribuan anggotanya untuk menyampaikan tuntutannya.
Titik titik di Jakarta yang menjadi sasaran aksi massa tersebut yakni, Istana Negara, Jakarta Pusat, Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat Istora Senayan, Jakarta Pusat.
Ristadi, Presiden KSPN dalam orasinya di depan Istana Negara menyampaikan beberapa tuntutan yang tefokus pada permintaan dicabutnya Omnibus Law UU No 6 Tahun 2023 tentang Ciptaker dan adanya system perbaikan Upah.
Tak hanya itu, Ketua Umum KSPN ini juga menyoal banyaknya perusahaan perusahaan asing terutama perusahaan tambang Nikel di luar jawa yang berprilaku semena mena seperti perusahaan di jaman Kompeni.
“Banyak perusahaan perusahaan asing terutama perusahaan tambang Nikel di luar jawa. Mereka berprilaku seperti perusahaan perusahaan di jaman Kompeni. Maka kita minta pada pemerintah untuk melakukan penegakan hukum d iperusahaan perusahaan asing yang berada dan bercokol di Negara kesatuan Republik Indonesia,” Kata Ristadi di Senin (1/5/2023).
Ristadi pun menyampaikan Ultimatun, apabila perusahan tersebut tidak patuh pada aturan yang berlaku di Indonesian maka perusahaan tersebut harus diusir dari pada mereka melakukan ekploitasi hasil tambang bumi kita juga mengekploitasi pekerja/buruh Indonesia.
“Kalau mereka tidak patuh, tidak taat hukum Indonesia, kita minta pada presiden dan aparat penegak hukum utnuk ditutup dan diusir,,, Setuju!!!! ,”Tandas Ristadi yang sambut riuh oleh ribuan buruh yang mendengarkan orasinya.

Pengurus DPD KSPN Kabupaten Bandung
Terpisah, Presiden Partai Buruh sekaligus Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam aksi demo buruh 1 Mei setidaknya menyampaikan 7 poin tuntutannya yakni :
1.Cabut Omnibus Law UU No 6 Tahun 2023 tentang Ciptaker.
2.Cabut parliamentary threshold 4 persen dan Presidential threshold 20 persen karena membahayakan demokrasi yang kita kenal.
3.Sahkan RUU DPR dan perlindungan pekerja rumah tangga.
Tolak RUU kesehatan
4.Reforma agraria dan kedaulatan pangan. Tolak bank tanah, tolak impor beras kedelai dan lain-lain.
5.Pilih capres yang pro buruh dan kelas pekerja.
6.Partai buruh haram hukumnya berkoalisi dengan parpol yang mengesahkan UU Ciptakerja.
7.HOSTUM, hapus out scorsing tolak upah murah.
Pantauan Cyber88.co.id, nampak Polisi mengimbau para pengendara untuk menghindari titik kemacetan seperti Gelora Bung Karno (GBK) hingga Patung Kuda, Jakarta Pusat.
"Masyarakat biar tidak kejebak kemacetan untuk hindari kawasan GBK," kata salah satu petugas kepolisian dari Polda Metro jaya. (Erna)


Komentar Via Facebook :