DEN Dorong Penguatan Biomassa sebagai Pilar Ketahanan Energi Nasional
Foto Bersama usai diskusi panel dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) 2026.
CYBER88 | Jakarta – Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong optimalisasi pemanfaatan biomassa sebagai salah satu sumber energi terbarukan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Anggota DEN, Saleh Abdurrahman, menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri diskusi panel dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (4/11/2026).
Menurut Saleh, Indonesia memiliki potensi biomassa yang besar dan dapat dimanfaatkan sebagai bagian penting dalam mendukung percepatan transisi menuju energi bersih.
"Biomassa memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sumber energi terbarukan andalan Indonesia. Karena itu, pemanfaatannya perlu terus didorong untuk mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional," ujar Saleh.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan agar pengembangan industri biomassa dapat berjalan secara berkelanjutan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penetapan harga komoditas yang wajar dan berkeadilan.
Saleh menilai kepastian harga sangat diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha para produsen dan pelaku industri biomassa. Dengan tata niaga yang proporsional, pelaku usaha diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan investasi serta memperluas kegiatan industrinya.
"Kepastian harga yang wajar dan berkeadilan menjadi salah satu faktor penting. Dengan demikian, produsen dan pelaku usaha memiliki kepastian dalam menjalankan bisnis, berinvestasi, serta mengembangkan industri biomassa," jelasnya.
Selain persoalan harga, standardisasi produk juga dinilai perlu mendapat perhatian. Standar kualitas biomassa harus diterapkan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi di hulu hingga pemanfaatannya di hilir.
Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan mutu, keamanan, serta efisiensi konversi energi sehingga biomassa dapat memenuhi kebutuhan industri dan para pengguna energi.
Dalam kegiatan tersebut, Saleh turut menyambut positif peluncuran buku berjudul Ekonomi Biomassa Indonesia: Dari Riset Hulu, Teknologi Konversi, hingga Hilirisasi Bisnis Berkelanjutan.
Buku tersebut membahas berbagai aspek pengembangan biomassa, mulai dari regulasi, penelitian, teknologi konversi hingga peluang bisnis dan hilirisasi industri.
Saleh berharap kehadiran literatur tersebut dapat memperkaya referensi bagi kalangan akademisi, praktisi, pelaku industri, serta pembuat kebijakan dalam merumuskan arah pengembangan energi biomassa di Indonesia.
"Pengembangan biomassa membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik dari sisi kebijakan, teknologi maupun industri. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat pemahaman dan pengembangan ekosistem biomassa secara menyeluruh," pungkasnya.


Komentar Via Facebook :