Sebut Marga-marga Besar di Raja Ampat Sebagai Pendatang, Cristian Thebu Terancam Dipolisikan 

Sebut Marga-marga Besar di Raja Ampat Sebagai Pendatang, Cristian Thebu Terancam Dipolisikan 

Cristian Thebu, Pria yang menyebutkan sejumlah marga besar di Raja Ampat sebagai pendatang Foto ; Istimewa

CYBER88 | Raja Ampat --Buntut dari statementnya di media online yang dinilai tak berdasar dan berpotensi memecah belah, kini Cristian Thebu, terancam dipolisikan oleh sejumlah marga di Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Statement Cristian Thebu tersebut ditenggarai perihal kinerja Panitia Seleksi Calon Anggota MRP-PBD Wilayah Raja Ampat yang dinilainya inkonstitusional dalam tahapan seleksi.

Menurut Thebu, ada beberapa calon anggota MRP-PBD bukan Orang Asli Papua (NON OAP) yang diloloskan dalam Seleksi di tingkat Kabupaten. Thebu menyebutkan, beberapa orang itu berasal dari Halmahera.

Adapun beberapa orang yang disebutkan Thebu adalah, Badaruddin Mayalibit, Rukunuddin Arfan, Jufri Macap dan Johoria Tafalas. Selain itu, Thebu juga menyebut beberapa marga lainya berasal dari wilayah adat saireri diantaranya Yonas Umpes, Mesak Mambraku, Yesaya Mayor, Frederika Wader dan Kartini E. Mansmoor.

Terkait dengan pernyataan tersebut, Cristian Thebu dianggap sedang mengigau, berbicara sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Hal ini karena Thebu memberikan pernyataan yang tidak mendasar, tidak memahami proses sejarah peradaban marga-marga di Raja Ampat yang dikatakannya sebagai pendatang.

Buntut dari pernyataannya Thebu tersebut, kini sejumlah marga besar di Raja Ampat akan melaporkan dirinya dalam waktu dekat.selain itu, Thebu juga akan dimintai pertanggung jawaban terkait statementnya yang ia nyatakan di media online POROS JAKARTA.COM Edisi Rabu 24 Mei 2023.

Selain menempuh jalur hukum negara, Cristian Thebu juga akan dituntut secara adat karena dinilai telah mengeluarkan pernyataan yang mencederai nama baik marga-marga yang dibilangnya sebagai pendatang.

"Iya, kami akan menempuh jalur hukum, dan meminta Cristian Thebu bertanggung jawab atas pernyataannya. Dia juga diminta untuk menjelaskan asal usul dari marga yang dia sebut sebagai pendatang.selain itu, kita juga akan menuntut dia secara adat," ucap Arsyad Macap, Salah satu perwakilan dari marga Macap, kepada jurnalis media ini di Waisai, Rabu (24/5/2023).

Menurut Arsyad, Pernyataan Cristian Thebu  tersebut cenderung provokatif dan memecah belah masyarakat adat di wilayah Raja Ampat. Ditegaskan pula, dalam waktu dekat ini Thebu akan dipolisikan karena menjustifikasi marga lain sebagai pendatang di Raja Ampat.

Arsyad mengatakan, saat ini beberapa marga yang disebutkan oleh Thebu sebagai pendatang dari Halmahera sedang membangun koordinasi untuk menyikapi statement Cristian Thebu itu. Adapun rencana yang dibeberkan adalah melaporkan Cristian Thebu ke pihak berwajib dan menuntut Thebu secara adat.

Dari pernyataan Cristian Thebu, nampak dirinya tengah frustasi karena tujuan politiknya di MRP-PBD tidak tercapai. Sebab itu, dirinya membuat pernyataan dan klaim yang tidak mendasar di media dengan menjustifikasi marga-marga lain sebagai pendatang.

A.M

Komentar Via Facebook :