Salah Satu Ketua Poktan di Desa Batujaya Pertanyakan Program Ketahanan Pangan Tahun 2022/2023, Ini Kata Pihak Pemdes

Salah Satu Ketua Poktan di Desa Batujaya Pertanyakan Program Ketahanan Pangan Tahun 2022/2023, Ini Kata Pihak Pemdes

CYBER88 | Majalengka, -- Salah satu kelompok tani (Poktan) di lingkungan Desa Batujaya Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka Jawa Barat, pertanyakan realisasi dana desa tahun 2022 untuk ketahanan pangan.

Ketua kelompok yang mengaku masih aktif dan tahk mau disebut namanya itu, mengaku tak tau peng-alokasian program ketahanan pangan yang menjadi program prioritas dari pemerintah pasca pandemic Covid-19 itu. 

Apalagi, menurut dia, pihaknya tak pernah diajak musyawarah oleh pemerintah desa terkait program ketahanan pangan tersebut.

“Menurut kami, mempertanyakan hal itu merupakan suatu kewajaran dan kami berharap adanya transparansi agar warga disini khususnya kelompok tani tidak mempunyai prasangka yang negatif, “Ungkapnya pada Cyber88.co.id, Jum’at (17/6/2023) 

Ditemui di kantornya, Uci Sanusi, Kepala Desa Batujaya sedang taka da di tempat. Dihubungi melalui WhatsApp, belum memberikan tanggapan.

Menurut Muhammad Yunus Taufik Bendahara Desa Batujaya, sepengetahuan dirinya dana desa untuk ketahanan pangan dialokasikan untuk pengadaan pupuk organic cair (POC). Katanya, POC tersebut baru dikirim sebagian.

“Yah bapak juga tahu kan, kiriman lewat siapa -siapanya,” Ujar Yunus.

Dia juga mengatakan bahwa dirinya pernah menyarankan pada Kepala Desa (Kuwu), walaupun belum dikirim semuanya POC tersebut untuk segera dibagikan pada para petani supaya tidak jadi blunder. 

Sementara, menurut Darso Sekertaris Desa, pengalokasian danan desa tahun 2020 yang 40% tidak hanya dialokasikan untuk pengadaan pupuk cair. Dana desa untuk ketahanan panagan di Desa Batujaya juga dialokasikan untuk pekerjaan saluran sodetan tepatnya di Sawahlega.

Kata dia, Pembangunan pembuangan air dibangun dikarenakan kalau musim hujan air suka meluap mengenangi pesawahan. Jadi untuk mengantisipasinya dibuatlah sodetan itu. 

“Pesawahan sering kebanjiran, apalagi disaat musim hujan. Adapun besar anggaran itu saya lupa lagi,” Ucapnya Darso,

Darso juga menyampaikan bahwa dana desa tahun 2023 untuk ketahanan dialokasikan ke tempat yang sama (Sodetan) dan merupakan pekerjaan lanjutan.

“Untuk tahun 2023, alokasi danan desa untuk ketahanan pangan dialokasikan ke tempat yang sama. Kalau kelompok membandingkan dengan desa-desa lain terkait pengalokasian dana desa untuk ketahanan pangan, pasti gak sama dong,” Pungkasnya Darso.

Diketahui, Desa Desa Batujaya Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka Jawa Barat memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.749 jiwa yang terdiri dari 908 kepala keluarga. 

Desa tersebut di tahun 2022 mendapat pagu dana desa sebesar Rp.1.169.997.000. Sementara di tahun 2023 pagu yang diterima desa tersebut menurun menjadi Rp.774.491.000.

Dikutip dari OMSPAM Kemenkeu, dalam laporan yang disampaikan oleh Pemerintah Desa Batujaya seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Desa, alokasi dana desa untuk ketahanan pangan yang dilaporan pada tahap ketiga ditulis untuk pembuatan sodetan dengan tema laporan “Prasarana Jalan Desa (gorong-gorong selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) (Pembuatan Sodetan Saluran Irigasi) sebesar Rp.95.457.000.

Kemudia, ada juga judul kegiatan yang dilaporkan yang menyangkut ketahanan pangan, yakni “Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan/ Jalan Usaha Tani (Prkerasan Jalan Usaha Tani) sebesar Rp.116.332.000.

Sementara, dalam laporan dana desa untuk ketahanan pangan yang disebut Bendahara Desa dialokasikan untuk pengadaan pupuk cair, tidak ada dalam laporan yang disampaikan oleh Pemdes Batujaya pada pemerintah desa (Tatang)

Komentar Via Facebook :