Mengenal Kearifan Lokal Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi
CYBER88 | Sukabumi, -- Onomatope adalah peniruan bunyi alam dan aktivitas dalam masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar, Kabupaten Sukabumi Jawa barat.
Dilansir dari berbagai sumber, Onomatope juga termasuk representasi antara kedekatan masyarakat Kampung Adat Ciptagelar Sukabumi dengan alam sekitar, sehingga menjadi budaya sekaligus ciri kearifan lokal masyarakat setempat.
Onomatope dalam bahasa Indonesia adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kata-kata yang terbentuk dari tiruan bunyi.
Contoh Onomatope yang umum dikenal misalnya kata 'telolet' yang dahulu sempat viral adalah Onomatope yang dibentuk dari bunyi klakson.
Meski begitu, Onomatope satu daerah belum tentu sama dengan daerah lainnya.
Onomatope di Ciptagelar sebelumnya pernah diteliti oleh Rahmawati & Supriyana (2022), bertajuk "Onomatope dalam Masyarakat Desa Adat Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi Jawa Barat".
Onomatope berasal dari bahasa Yunani, onoma dan poieo, yang berarti memberi nama sebagaimana bunyinya, dikutip dari Balai Bahasa Jateng Kemdikbud.
Onomatope dapat dibentuk dari bunyi benda-benda, bunyi binatang, dan bunyi yang dikeluarkan dari mulut manusia (suara) yang bukan merupakan kata (misalnya saat orang tertawa, menangis, mendengkur).
Di Kasepuhan Ciptagelar Kabupaten Sukabumi, Rahmawati & Supriyana (2022) berhasil mengidentifikasi 10 jenis Onomatope berupa suara alam/benda, diantaranya ngahiliwir, hiliwir, ngepris, ngagebrét, keclak, gumuruh, ngarekét, ngakeclak, pras-pris, keclak, cikaracak dan guludug. (*)


Komentar Via Facebook :