Dinilai Melakukan Penistaan Terhadap Agama dan Nabi Muhammad SAW, Besok Ponpes Al-Zaytun Bakal Kembali Didemo
CYBER88 | Indramayu -- Ponpes Al-Zaytun besok, Kamis (22/6) bakal kembali didemo massa. Seruan aksi unjuk rasa untuk mendemo Ponpes Al Zaytun Indramayu kembali beredar di media sosial.
Pekan lalu ponpes tersebut juga didemo olah Massa yang tergabung dalam Forum Indramayu Menggugat (FIM) sebanyak 5.000 orang. Mereka menuntut agar dugaan aliran sesat di dalam Ponpes Al Zaytun bisa diusut tuntas.
Dalam surat pemberitahuan yang beredar, massa aksi yang akan melakukan unjuk rasa besok, direncanakan sebanyak 10 ribu orang.
Diketahui warga yang akan melakukan aksi unjuk rasa tersebut mengatasnamakan Forum Solidaritas Dharma Ayu. Mereka menyebut aksi unjuk rasa besok itu sebagai panggilan hati.
Massa dari Forum yang berjumlah 10.000 orang itu berasal dari berbagai elemen masyarakat.
Dalam keterangannya, mereka melakukan aksi unjuk rasa karena tertantang pernyataan Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Syekh Panji Gumilang soal aksi unjuk rasa sebelumnya.
Pernyataan Syekh Panji Gumilang itu bahkan viral di media sosial.
"Famplet yang menyatakan tantangan pada saat aksi damai Forum Indramayu Menggugat (FIM) yang secara tidak langsung menantang masyarakat Indramayu serta kaum muslim secara keseluruhan," tulis keterangan dalam surat pemberitahuan dikutip Cyber88.co.id, Rabu (21/6/2023).

Tak hanya itu, yang mendasari aksi unjuk rasa itu, diketahui juga soal pernyataan Syekh Panji Gumilang yang menyebut Al Quran hanya karangan Nabi Muhammad SAW dan bukan kalam Ilahi.
Pernyataan tersebut, menurut Forum Solidaritas Dharma Ayu merupakan suatu penistaan terhadap Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.
Menyikapi adanya seruan aksi massa tersebut, berdasarkan informasi yang diterima Cyber88.co.id, sebanyak 1.200 personel polisi akan diterjunkan ke pondok pesantren Al-Zaytun yang berada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.
Jumlah tersebut sama seperti aksi unjuk rasa sebelumnya. Tapi pihak Kepolian juga tentunya akan melihat situasi di lapangan dan akan terus kami pantau. (*)


Komentar Via Facebook :