Lapor Pak Bupati Majalengka, Siswa di SMPN 2 Dawuan Ditampar Oknum Guru

Miris!! Siswa SMPN 2 Dawuan Ditampar Oknum Guru Hingga Berdarah

Miris!! Siswa SMPN 2 Dawuan Ditampar Oknum Guru Hingga Berdarah

CYBER88 | Majalengka, -- Aksi kekerasan fisik terhadap pelajar mewarnai dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka. Moch Yanda Permana, warga blok Rabu RT 03/RW 03 Desa Gandu Kecamatan Dawuan yang merupakan siswa SMPN 2 Dawuan ditampar oknum guru di sekolahnya.

Akibatnya, siswa yang duduk di bangku kelas IX C ini mengalami luka lebam di pipi dan mengeluarkan darah sehingga harus menjalani pengobatan di RSUD Cideres.

Hal ini tentu saja membuat orang tua Yanda tak terima dan merasa kecewa atas perlakuan oknum guru bernama Peri itu pada anaknya. Insiden ini pun menjadi buah bibir dikalangan orang tua siswa. 

Mereka pun mencibir oknum guru yang merupakan yang bertugas di bagian kesiswaan sekaligus pembina OSIS itu.

"Kami keluarga merasa kecewa dan prihatin atas peristiwa penamparan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut sehingga cucu saya dilarikan ke Rumah Sakit untuk diperiksa bersama orang tuanya," Kata Nana, Kakek Yanda.

Yayat, orang tua Yanda menuturkan, berdasarkan cerita anaknya, kejadian bermula pada hari Rabu 26 Juli 2023 saat Yanda baru keluar dari toilet setelah buang air kecil.

Kemudian, saat sedang belajar, anak saya dipanggil oleh oknum guru tersebut. Namun karena sedang belajar, anak saya tidak menghampirinya. Tiba tiba, Oknum guru tersebut langsung mendekat dan menampar pipi kiri dan kanan anak saya, "Ungkap Yayat menyampaikan apa yang diceritakan anaknya.

Sebelumnya, anak saya katanya dijewer dulu," imbuhnya.

Yayat mengungkapkan, awalnya Yanda tidak cerita apa yang menimpanya waktu di sekolah. Tapi karena curiga saat melihat kedua pipinya memerah dan lebam, akhirnya Yanda menceritakan habis ditampar oleh oknum guru Pembina OSIS itu.

Ia pun sangat menyayangkan hal itu sampai terjadi. Menurutnya, kalau memang anaknya bersalah atau berprilaku tidak baik seharusnya orang tuanya dipanggil ke sekolah dan bukan main tampar.

"Saya merasa keberatan dan kecewa atas prilaku oknum pembina OSIS SMPN 2 Dawuan yang telah main hakim sendiri, " Cetusnya.

Slaku orang tua siswa, Yayat meminta pada pihak Komite dan Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka agar segera mengambil tindakaan dan langkah atas prilaku oknum guru tersebut supaya tidak terulang lagi pada siswa lainnya.

"Ini juga demi menjaga menjaga kenyaman di lingkungan sekolah. Apalagi, penamparan itu diketahui oleh siswa lainnya, " ujar Yayar, pada Cyber88, Rabu (26/7/2023).

Deny, salah satu guru pengajar saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/7) tak mau banyak berkomentar karena takut salah damln hanya mngatakan tidak tau soal itu. Namun, ia membenarkan bahwa Peri itu adalah bagian kesiswaan sekaligus pembina OSIS di SMPN 2 Dawuan.

Sementara itu, dikonfirmasi melalui WhatsApp, Supena, Kepala Sekolah SMPN 2 Dawuan membenarkan adanya kejadian itu.  

Menurutnya, kejadian tersebut itu awal mulanya saat Yanda setelah keluar dari toilet pada jam 8 pagi. Saat pembina OSIS melihat itu, Yanda dipanggil namun tidak menurut sehingga terjadilah insiden itu.

Supena menjelaskan, terkait hal ini sudah dibereskan dengan orang tua siswa dan pihak sekolah telah menyampaikan permohonan maaf. Yanda tjuga kini telah kembali sekolah.

"Masalah ini sudah kami selesaikan bersama orang tuanya dan pihak sekolah telah menyampaikan permohonan maaf dan Kami berharap kepada semua pihak guru disekolah jangan sampai terulang kembali," Jelasnya

"Pada intinya sudah dibereskan di Polsek dan tidak ada apa apa," Pungkasnya
(Tatang)

Komentar Via Facebook :