Terkait PAW Anggota DPRD Provinsi, DPW Perindo Sulteng Diduga Abaikan PKPU dan SK-KPU
CYBER88|Sulteng - Penggantian Antarwaktu (PAW) Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) atas nama Musli dari Partai Perindo. Mendapat protes dari Wawan Aswansyah sebagai pemilik suara terbanyak kedua, hal itu dikarenakan DPW Perindo Sulteng diduga hanya mengusulkan suara terbanyak ketiga (Fadli Anang), Rabu (4/10).
Menurut Wawan Aswansyah, DPW Perindo Sulteng, diduga telah mengabaikan PKPU Nomor 6 Tahun 2019, Tentang Penggantian Antarwaktu (PAW) Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dan Surat Keputusan KPU Provinsi Sulteng Nomor : 560/PL.01.8-Kpt/72/Prov/V/2019.
Yang mana pada PKPU Nomor 6 Tahun 2019 disebutkan penggantian Antarwaktu (PAW) digantikan oleh calon pengganti antarwaktu (PAW) yang diambil dari daftar calon pengganti (DCT) dari Partai Politik yang sama, pada daerah pemilihan yang sama, yang menempati peringkat suara terbanyak berikutnya (kedua dari yang di PAW).
“Apa lagi yang menjadi alasan DPW Perindo Sulteng sehingga menyingkirkan saya. Suara terbanyak kedua, iya. Sebagai kader aktif, iya, yang di buktikan dengan KTA lama maupun KTA pembaharuan (KTA Lama : 7208179494491003) KTA hasil pembaharuan(KTA Baru : 7208178511090001)” tanya Wawan Aswansyah.
Indikasi telah terjadi permainan dalam pengusulan calon PAW di Partai Perindo Sulteng, itu cukup kuat, pasalnya selain diduga telah mengabaikan peraturan yang ada (PKPU dan SK-KPU Provinsi Sulteng) sebelumnya saya telah mendapatkan penguatan dari DPW Perindo Sulteng.
Setelah positif Musli mengundurkan diri dari Partai Perindo, yang pertama kali mengubungi saya adalah Ketua DPW Perindo Sulteng, Mahfud Masuara, dengan mengatakan, " Nanti akan dihubungi oleh pak Daniel Aziz Tulandi (Sekretaris DPW Perindo Sulteng)” kata Wawan Aswansyah.
Beberapa saat kemudian, Wawan di hubungi oleh Pak Daniel Aziz Tulandi (sekretaris DPW Perindo Sulteng) dan langsung menyepakati pertemuan di salah satu cafe di kota palu. Bersama 3 orang teman dan pak Daniel Aziz Tulandi juga bertiga, salah satunya ibu Vanny Flora Kotha (Bendahara DPW Paerindo).
Dalam pertemuan tersebut, menurut Daniel Aziz Tulandi, “terkait urusan PAW, Pak Ketua DPW Perindo (Mahfud Masuara), sudah serahkan kepada saya urusan terkait PAW, dan kami akan merekomendasikan bapak (Wawan Aswansyah) sebagai calon PAW”, sebut Wawan Aswansyah, yang menirukan perkataan Daniel Aziz Tulandi.
"Tentunya kami punya saksi dan bukti dalam pertemuan tersebut. Dan setelah itu, saya sempat di hubungi secara pribadi melalui telepon oleh Daniel Aziz Tulandi, yang intinya tetap memberikan penguatan kepada saya, termasuk saya dikirimkan undangan rapat di kantor DPW Perindo tanggal 24/8/2023, namun rapat dibatalkan. Ungkap Wawan Aswansyah di telpon.
Ketua DPW Perindo Sulteng, Mahfud Masuara yang dikonfirmasi media ini melalui telpon via WhatsApp pada 2/10/2023, mengatakan, memang benar yang diusulkan DPW adalah Fadli Anang, suara terbanyak ketiga.
Terkait pengusulan PAW, pertama itu kebijakan Partai, Kedua tentunya dengan melihat hasil pemilu 2019 dan ketiga, kontribusi dalam meloloskan verifikasi keanggotaan Partai serta memenangkan partai di pemilu 2024 nanti.
“Memang, Wawan Aswansyah suara terbanyak kedua, namun yang bersangkutan sudah tidak aktif di partai, yang bersangkutan aktif itu, hanya pada pengurusan pencaleg an tahun 2019, setelah itu sudah tidak aktif lagi” sebut Mahfud Masuara.
Terkait masalah KTA terbaru Wawan Aswansyah, Mahfud Masuara, mengatakan, apakah KTA terbarunya masuk dalam daftar verifikasi keanggotaan di KPU, kalau tidak, itu berarti, hanya untuk kepentingan PAW, selanjutnya yang bersangkutan tidak ikut sebagai caleg di pemilu tahun 2024.


Komentar Via Facebook :