Pengelolaan Dana Desa di Desa Bojongmalang Ciamis Dinilai Tidak Transparan, Program Ketahanan Pangan dan Bumdes jadi Sorotan

Pengelolaan Dana Desa di Desa Bojongmalang Ciamis Dinilai Tidak Transparan, Program Ketahanan Pangan dan Bumdes jadi Sorotan

CYBER88 | Ciamis, - Program ketahanan pangan dan hewani menjadi salah satu amanat penting dalam peraturan presiden no 104 tahun 2021 untuk dijadikan sasaran prioritas pasca terjadinya pandemi Covid-19.

Dalam peraturan presiden 104 tahun 2021 tentang anggaran pendapatan belanja Negara, terkait penyaluran dana desa digunakan untuk Program ketahanan pangan dan hewani paling sedikit 20%. 

Itu artinya jika di hitung secara matematis porsi peningkatan ketahanan pangan dan hewani di desa sesuai dengan amanat perpres sebesar seperlima dari jumlah dana desa.

Namun, yang terjadi di Desa Bojongmalang Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis Jawa Barat, penggunaan dana Desa di tahun 2022 kurang dari 20 persen sebagaimana ditegaskan dalam Perpres tersebut.

Hal ini, tentu saja menjadi celotehan di kalangan masyarakat Desa Bojongmalang yang mempertanyakan dikemanakan sisa anggaran Ketahan pangan.

Cucu, Kasi pelayanan Desa Bojongmalang saat dikonfirmasi terkait anggaran ketahanan pangan di tempat kerjanya senin (17/10) menyampaikan, anggaran ketahanan pangan tahun 2022 sebesar Rp: 149.500.000 direaliasikan untuk pembelian 13 ekor sapi dengan harga per ekor 13.000.000.

Untuk anggaran tahun 2023 sebesar Rp: 65 juta direalisasikan untuk 5 ekor sapi, sekarang sapi program ketahanan pangan tahun 2022 masih ada 9 ekor dan sapi anggaran tahun 2023 ada 3 ekor, sisanya dijual dan belum dibelikan. Menurut penerima manfaat, lagi nunggu lebaran "Ucap Cucu. 

Diketahui, Desa Bojongmalang tahun 2022 mendapatkan pagu sebesar Rp: 866.508.000. Artinya, jika direalisasikan 20% untuk ketahanan pangan dan hewani, jumlah tersebut adalah Rp.173.301.600. Sementara penjelasan Kasipel pada tahun 2022 yang direalisasikan hanya Rp: 149.500.000 untuk pembelian 13 ekor Sapi.

Begitupun tahun 2023, anggaran Dana Desa sejumlah Rp: 857.330.000 jika dihitung 20% setara dengan Rp.171.466.000, sementara realisasi hanya Rp.65 juta untuk pembelian 5 ekor Sapi. 

Itulah yang menjadi pertanyaan masyarakat yang menginginkan adanya keterbukaan. 

Dalam pengelolaan dana desa, tak hanya soal anggaran ketahanan pangan yang dinilai tidak transparan. Begitupun Dana desa yang digunakan untuk Badan Usaha Milik Desa (BumDes).
saat dikonfirmasi melalui sambungan celuler

Pirman, mantan karyawan Bumdes Sauyunan Desa Bojongmalang menyampaikan, bahwa dirinya sudah sekitar kurang lebih 2 bulan, mundur dari kepengurusan Bumdes karena kurang pas dengan kepengurusan yang sekarang.

Menurutnya, kepengurusan yang sekarang berceda dengan kepengurusan sebelumnya. Kalau kepengurusan yang dulu, setiap sebulan sekali selalu melakukan pengecekan barang, pengeluaran dan pemasukan. 

Sementara, sambung dia, kepengurusan yang sekarang yang diketuai oleh Anis Hoerunisa, tidak melakukan hal itu

“Selama saya bekerja tidak ada istilah roris barang, pengeluaran, pemasukan setiap akhir bulan. Sehingga saya merasa, lebih baik mengundurkan diri,” Ungkapnya.

Anis Hoerunisa, Ketua Bumdes Sauyunan saat dikonfirmasi melaui  pesan WhatsApp terkait berapa anggaran penyertaan modal Bumdes dari Dana Desa tahun 2021,2022,2023, secara singkat menjawab tidak tau.

“Saya baru menjabat jadi ketua sejak tahun 2022, 'tulisnya. 

Begitupun dengan Yana Sekertaris Bumdes yang merangkap sebagai Ketua kelompok penerima bantuan Sapi dari program ketahanan pangan tahun 2023 saat dikonfirmasi mengatakan tidak punya kewenangan. 

“Saya tidak punya kewenangan untuk memberikan penjelasan tanpa seizin Ketua, silahkan pihak media langsung aja tanya ke Desa" singkatnya. (Samsu)

Komentar Via Facebook :