Sebagai Langkah Penanggulangan Sampah, Pemkot Cimahi Optimis 2025 No TPA.
CYBER88 || Cimahi - Melihat fenomena sampah yang beberapa pekan ini terjadi penumpukan akibat efek dari kebakaran yang terjadi di TPA Sarimukti Kabupaten Bandung Barat mengakibatkan lumpuhnya penanggulangan sampah di beberapa kota, termasuk Kota Cimahi.
Dimana hari ini PJ Wali Kota Cimahi Dr. Ir. H. Dicky Saromi melakukan peninjauan TPS 3R dengan 3 titik lokasi yang ada di Jota Cimahi diantaranya peninjauan ini akan dilakukan di TPS Pasar Atas, TPS Sangkuriang dan TPS Santiong Cimahi.
Titik pertama peninjauan dilakukan di TPS Pasar Atas yang saat ini mengolah sisa sampah dari beberapa lokasi antara Kelurahan Cimahi, Setiamanah, Cibabat, Karangmekar dengan kapasasitas mesin penggilingan pada saat ini 1jam 2 ton dengan waktu operasional dari jam 09.00 s/d 15.00.
PJ Wali Kota Cimahi Dr. Ir. H. Dicky Saromi, di dampingi Asisten || Budi Raharja, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota , dr Chanifah Listyarini, beserta jajarannya, hadir pula ketua forum ormas LSM Nurdin Hidayat meninjau tempat penggilingan sampah yang lokasinya di Pasar Atas Cimahi, Kamis ( 02/11/2023).
Usai meninjau tempat penggilingan sampah PJ Wali Kota Cimahi bersama rombongan meninjau pembangunan TPA yang berlokasi di Santiong.
Pj Walikota Cimahi Dr. Ir. H. Dicky Saromi,saat di wawancara awak media mengatakan, Minggu kedua selaku PJ Wali Kota Cimahi, fokus dan perhatian dalam menangani masalah sampah di Kota Cimahi. Ini merupakan bagian dari upaya untuk berkontribusi dalam penanganan sampah di Kota Cimahi.
"Produksi sampah di Kota Cimahi 226 ton perhari, dengan penduduk lima ratus enam puluh enam ribu jiwa. Dari 226 ton pada saat TPA Sarimukti normal Cimahi mendapatkan jatah membuang sampah 170 ton per hari, yang 56 ton nya kita olah sendiri dari mulai RT RW masing-masing, pada waktu kejadian kebakaran TPA Sarimukti Cimahi hanya bisa membuang sampah 120 ton per hari, Cimahi dapat tambahan 50 ton manjadi 106 ton per hari yang kita lakukan dalam pengolahannya.
Menurut Dicky, TPS yang di Pasar Atas merupakan salah satu upaya yang kami lakukan dengan mesin gibrig, termasuk di TPS yang lain.
"Di tahun 2024 Kota Cimahi sudah mulai buang sampah ke TPA Sarimukti dengan jatah 77 ton perhari, 149 ton yang harus di olah sendiri, ini merupakan jadi perhatian kami, apakah mampu untuk mengolah di setiap RT RW." ujar Dicky
Masih kata Dicky terkait pembangunan TPS yang di Santiong, kedepan nya di Cimahi tidak ada lagi TPA tidak tergantung lagi ke Sarimukti atau TPA manapun selesai di kota Cimahi.
Pembangunan TPS Santiong dengan luas setengah Hektar, dengan kapasitas 50 to perhari, bisa mengurangi beban kita, pada tahun 2025 Cimahi tidak bergantung kepada TPA, (Kota Cimahi di 2025 NO TPA)" ungkapnya.
Lanjut Dicky, " ini tergantung dari masyarakat yang peduli sampah mulai dari memilah sampah, dari rumah tangga, dan RT RW nya," ucapannya.
Sementara Kepala DLH Kota Cimahi, dr Chanifah Listyarini, merasa senang PJ Wali Kota Cimahi Dicky Saromi mensupport dengan yang telah di lakukan oleh PJ Wali Kota Cimahi yang kemarin Dikdik S Nugrahawan,yang di awali dengan gerak Ompimpah.
"Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi, bagaimana masyarakat tetap taat melakukan gerak Ompimpah gerakan sampah dari rumahnya masing-masing." tuturnya.
Menurutnya," Gerak Ompimpah harus tetap di giatkan karena yang kami inginkan volume sampah yang kami kelola lebih sedikit lagi sehingga Cimahi bisa No TPA di tahun 2025."


Komentar Via Facebook :