Masyarakat Tolak Pemadaman Listrik, Alasan BUMD Akibat Banjir
CYBER88 I PELALAWAN - Mengingat debit air luapan banjir dari sungai Kampar, kini pihak BUMD Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan memutus panel travo kabel listrik disejumlah desa yang terdampak banjir demi mengantisipasi arus korslet.
Namun, warga di desa Kelurahan Pelalawan menolak pemadaman listrik yang dialiri BUMD Tuah Sekata, dengan alasan aktivitas perkantoran dan Pelayanan Puskesmas rawat inap akan lumpuh total.
"Masyarakat minta tak boleh dipadamkan karena puskesmas rawat inap, tower Telkomsel dan XL akan mati total juga perkantoran pak," ungkap Lurah Pelalawan Musa, SE ketika dihubungi via WhatsApp nya, Selasa (09/01).
Dijelaskan Lurah, bahwa pihaknya dari RT/ RW dan lembaga juga petugas BUMD Tua Sekata tetap akan mensosialisasikan pada masyarakat yang rumahnya sudah tengelam untuk waspada pada sambungan listrik.
Sebelumnya, mengingat aliran sungai Kampar yang menggenangi desa Sering Pelawan, yang bahkan air banjir telah ada yang masuk ke rumah warga.
Maka pihak BUMD Pelalawan T. Efrysah Putra selaku Dirut, bersama Muspika, seperti Kapolsubsektor Pelalawan Iptu Legito, Danramil 03 Bunut Kapten Inf. Muhammad Yusuf, Kades Sering dan Kades Lalang Kabung berkunjung ke pemukiman warga yang dilanda banjir, dan menemukan panel listrik telah nyaris ditutupi banjir sehingga dilakukan pemutusan arus kabel, dan hal itu diprotes masyarakat sesuai hasil keputusan rapat.*


Komentar Via Facebook :