Launching Program Pengembangan Rumah Berdaya Banten Creatiive Disability Kelurahan Gerem
CYBER88 | Cilegon — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat Unit - Unit Pelaksana Transmisi Cilegon (UITJBB - UPT Cilegon) bersama dengan Pemerintah Kelurahan Gerem menggandeng Baitul Maal Muamalat (BMM) memberikan bantuan TJSL kepada Penyandang Disabilitas Kelurahan Gerem yang tergabung dalam Komunitas Banten Creative Disability (BCD). Acara seremonial penyerahan TJSL digelar di Aula Kantor Kelurahan Gerem, Selasa 25/06/2024.
Simbolis penyerahan bantuan TJSL Program Pengembangan Rumah Berdaya BCD tersebut di saksikan oleh Lurah Gerem, Rahmadi Ramidin, Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PT. PLN (Persero) UITJBB, Muhammad Eka Yuliartana beserta para pejabat PLN Unit Pelaksana Transmisi Cilegon, Direktur Penghimpunan Program dan Jaringan BMM, Betsy beserta jajaran, Ketua BCD beserta anggota, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Kelurahan Gerem.
Dalam sambutannya Lurah Gerem, Rahmadi Ramidin sangat menyambut baik Program Pengembangan Rumah Berdaya tersebut.
"Atas nama Pemerintah dan Masyarakat Kelurahan Gerem, saya sangat mengapresiasi Program Pengembangan Rumah Berdaya dari PT PLN ini, tentunya ini sangat bermanfaat untuk masyarakat kami yang memiliki keistimewaan menyandang disabilitas. Semoga melalui program ini masyarakat penyandang disabilitas yang ada di Kelurahan Gerem khususnya mampu mengembangkan dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sehingga mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraannya." Ucap Lurah Rahmadi.
Muhammad Eka Yuliartana mewakili pihak PT. PLN (Persero) dalam sambutannya mengatakan, "PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat Unit Pelaksana Transmisi Cilegon melalui Program PLN Peduli pada hari ini memberikan suatu bantuan yaitu berupa program yang bersifat berkesinambungan yang tentunya kami berharap bahwa apa yang kami lakukan hari ini tentunya bisa bermanfaat.
Melalui program ini diharapkan mereka bisa lebih meningkatkan perekonomian juga tentunya mereka juga bisa menjadi lebih mandiri dan dapat mengangkat eksistensi temen-temen yang bisa di bilang mempunyai keterbatasan (Disabilitas). Dan dengan di canangkannya program ini semoga dapat dimaksimalkan. Agar kebermanfaatannya bisa dirasakan bukan hanya untuk kita namun juga teman-teman di lingkungan mereka." Ujar Eka.
Sementara itu, Baitul Mal Muamalat (BMM) selaku Pelaksana Program PLN Peduli Pengembangan Rumah Berdaya BCD mengatakan,
"Dapat kita lihat teman-teman difabel ini sudah mempunyai bakat dan keterampilan namun masih membutuhkan bantuan dan pendampingan untuk meningkatkan dan mengoptimalkannya. BMM melalui perannya mengawali dengan social mapping, kita petakan dulu kebutuhan mereka lalu kita coba pertama dengan penjelasan mereka sebelum berlanjut ke usaha ekonomi kemandirian, psikologis mereka juga perlu disentuh ." Ungkap Betsy selaku Direktur Penghimpunan Program dan Jaringan BMM.
Lebih lanjut Betsy menyampaikan, "Untuk tahap pertama ini kita pilih 10 org untuk dilatih, diawal ada 2 pelatihan yang di sediakan yaitu pembuatan susu kedelai dan pijat tuna netra. Kita bantu hingga bersertifikat dan branding. Tujuannya adalah agar mereka bisa memiliki keterampilan, memiliki kompetensi dan menciptakan peluang usaha mandiri."
"Kedua, membantu membukakan mereka akses untuk kompetensi skill, sampai kepada modal, sampai kepada akses jaringan dan pasar." Ujarnya.
Sementara itu Ketua Komunitas Banten Creatiive Disability, Tomi Hartoyo mengatakan, "Kami sangat bahagia dan berterima kasih sekali, baru kali ini kami mendapatkan perhatian dan pendampingan pelatihan.
Saya sangat berterimakasih kepada PT PLN dan Pemerintah Kelurahan Gerem yang telah memfasilitasi Program Rumah Berdaya ini, semoga melalui program ini teman-teman BCD dapat mengikuti pelatihan dan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk pengembangan diri serta potensi yang di milikinya, agar bisa bertumbuh dan berkembang, dapat menjadi mandiri, berdikari dan bisa menularkan ilmu yang telah didapat dalam Program Rumah Berdaya ini kepada rekan-rekan penyandang disabilitas di lingkungan masing-masing." Tutup Tomi.


Komentar Via Facebook :