KH. Syamsuddin Asyrofi: Pengembangan Desa Sadar Kerukunan Berbasis Budaya sebagai Upaya Merawat Keharmonisan
CYBER88 | KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, KH. Syamsuddin Asyrofi, menegaskan bahwa pengembangan Desa Sadar Kerukunan berbasis budaya dan kearifan lokal merupakan bagian dari ikhtiar merawat keharmonisan hidup bermasyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dan pengarahan dalam kegiatan koordinasi dan silaturahmi Forkompincam, Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) tingkat Desa/Kelurahan dan Kecamatan, serta para Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Jatinom pada Rabu, 21 Mei 2025.
Menurut Syamsuddin, pendekatan budaya dan kearifan lokal dalam membangun desa sadar kerukunan dapat dilakukan melalui identifikasi nilai-nilai lokal yang mendukung kerukunan. "Program-program berbasis budaya dapat mendorong kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kerukunan," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pelibatan aktif masyarakat agar setiap program yang dijalankan sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan lokal. "Optimalisasi peran tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan suasana yang harmonis," tambahnya.
Selain itu, ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga keagamaan, untuk meningkatkan efektivitas program kerukunan. "Desa atau kelurahan sadar kerukunan yang berbasis budaya bisa menjadi model nyata dalam menjaga kedamaian sosial," tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa budaya memiliki peran strategis dalam membangun identitas bersama dan memperkuat rasa kebersamaan. "Budaya adalah perekat sosial yang mampu menyatukan perbedaan, membentuk nilai toleransi, serta memupuk semangat gotong royong," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Camat Jatinom, Agus Sunyata, menyampaikan bahwa budaya memainkan peran penting dalam membangun nilai-nilai bersama seperti toleransi, empati, dan saling menghormati. "Tradisi dan ritual budaya dapat mempererat hubungan antarwarga serta memperkuat kesadaran akan keberagaman," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam masyarakat. "Melalui budaya, kita dapat membangun ruang dialog yang produktif untuk menyelesaikan konflik dan memperkuat kerukunan," tandasnya. ( Panut)


Komentar Via Facebook :