Pemkot Cilegon Luncurkan Sejumlah Program Unggulan dalam 100 Hari Kerja
CYBER88 | Cilegon – Dalam rangka evaluasi dan penyampaian capaian 100 hari kerja, Pemerintah Kota Cilegon resmi meluncurkan berbagai program unggulan yang mencakup sektor pelayanan publik, digitalisasi, kebersihan, pendidikan, tenaga kerja hingga kesehatan.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, dalam acara Launching 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon yang digelar di depan Kantor Pemerintahan Kota Cilegon pada Jumat, 23 Mei 2024, menyampaikan bahwa sejumlah program telah direalisasikan dan akan terus dikembangkan ke depannya.
Beberapa program unggulan yang diperkenalkan dalam louncing ini antara lain “Bea siswa CilegonJuare” dan “Tim Sapu Bersih”, dan Dokling yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan, Kesehatan mulai dari tingkat kelurahan hingga kota.
“Sebanyak 500 tempat sampah telah kami siapkan untuk mendorong kesadaran warga dalam menjaga kebersihan,” ujar Robinsar. Ia juga menyebutkan inisiasi program kebersihan malam hari di jalur protokol, dengan penggunaan tempat sampah berbahan beton yang lebih tahan lama dan aman dari pencurian.
Di bidang digitalisasi, Pemkot meluncurkan aplikasi Cilegon Juare App serta program Dokling (Dokter Keliling) yang saat ini tengah diuji coba di tiga kecamatan. Layanan ini dirancang untuk memperluas akses kesehatan bagi warga, terutama di wilayah yang belum terjangkau fasilitas medis.
“Seluruh puskesmas di Cilegon akan kami upayakan untuk buka 24 jam, termasuk layanan persalinan dan rawat inap ringan,” tegasnya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit dan mempercepat layanan bagi kasus non-darurat.
Robinsar juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelatihan bahasa Jepang bagi lulusan SMA, SMK, dan Aliyah, sebagai bentuk respons terhadap permintaan tenaga kerja di luar negeri.
Menutup pernyataannya, Wali Kota menyampaikan bahwa dari 56 program dalam 100 hari kerja, enam di antaranya masih dalam tahap proses. Seluruh program ini nantinya akan dimasukkan ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk memastikan kesinambungan pembangunan.
“Semangat kami adalah kerja nyata. Kami ingin menggandeng semua pihak, termasuk Forkopimda dan dunia industri melalui skema CSR, agar pembangunan tidak semata-mata bergantung pada APBD,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Adhi Wibowo, menambahkan bahwa setelah peluncuran program ini, pihaknya akan mengadakan evaluasi menyeluruh dan melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti mahasiswa, media, dan legislatif untuk memberikan masukan.
“Melalui program Berdekat Bicara, kami akan menyampaikan capaian serta penggunaan anggaran sebagai bentuk transparansi dan upaya peningkatan Sistem Pengendalian Intern (SPI) Pemerintah Kota Cilegon,” ujar Fajar.
Forum ini juga akan menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran guna perbaikan ke depan. Rencananya, kegiatan ini akan digelar pada awal Juni, dan masukan yang relevan akan dipertimbangkan, termasuk pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) di sektor kopi dan kuliner.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak. Mari kita terus jaga komunikasi demi kemajuan Kota Cilegon,” tutupnya.


Komentar Via Facebook :