Peresmian Gedung MDTA dan Masjid An-Ni’mah di Gerem, Cilegon: Simbol Ukhuwah Islamiyah dan Semangat Pendidikan

Peresmian Gedung MDTA dan Masjid An-Ni’mah di Gerem, Cilegon: Simbol Ukhuwah Islamiyah dan Semangat Pendidikan

CYBER88 | Cilegon – Rangkaian acara peresmian Gedung MDTA Al-Khairiyah Gerem II dan Masjid An-Ni’mah di lingkungan RT 02/03 Sumurwuluh, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon berlangsung meriah dan penuh makna pada Minggu (22/6/2025). Kegiatan ini dirangkai dengan pelepasan siswa-siswi MDTA serta iktifalan sebagai bentuk rasa syukur bersama masyarakat.

Dengan mengangkat tema "Menjaga Ukhuwah Islamiyah agar Tetap Harmonis untuk Masa Depan Bangsa dan Agama," acara ini menjadi simbol kuatnya kebersamaan antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah dalam membangun pusat pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.

Dalam sambutannya, Camat Grogol, Jajat Sudrajat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan madrasah dan masjid tersebut.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid dan madrasah. Ini bukan hanya bangunan fisik, tapi pusat kegiatan keagamaan dan pembangunan karakter,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan agama sejak dini sebagai bekal utama dalam menghadapi tantangan zaman. “Mari kita sukseskan program-program Pak Wali Kota Haji Robinsar, serta dorong kemajuan Madrasah Gerem II dan Cilegon Juara agar menjadi kota yang maju dan berkelanjutan,” tuturnya.

Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi P3, Saiful Basri, menyampaikan bahwa pembangunan MDTA ini merupakan hasil dari kerja sama dan swadaya masyarakat.

“MDTA sebelumnya dalam kondisi kurang layak. Alhamdulillah, atas inisiatif bersama, kini sudah terbangun dengan lebih baik. Meski begitu, masih ada kebutuhan seperti perataan lahan dan pemasangan konblok. Semoga pemerintah dan para donatur bisa turut membantu,” ungkapnya.

Kepala MDTA Al-Khairiyah Gerem II, Mas Zuhair, S.Pd.I, mengungkapkan bahwa saat ini madrasah telah memiliki empat ruang kelas, kantor guru, dapur, dan tiga unit WC. Fasilitas ini dibangun dari nol di atas lahan kosong berkat kekompakan masyarakat. 

“Alhamdulillah, dari tanah kosong kini menjadi bangunan yang nyaman. Ini hasil perjuangan bersama. Kami juga melepas 24 siswa tahun ini, dan siap menyambut pendaftaran siswa baru dengan dukungan 10 tenaga pengajar,” jelasnya.

Perwakilan Al-Khairiyah Kota Cilegon, H. Faizudin  menambahkan bahwa madrasah ini telah berdiri sejak 1970-an. Awalnya berlokasi di atas bukit dan kemudian dipindahkan ke tempat yang lebih strategis guna meningkatkan aksesibilitas dan sarana belajar.

“Madrasah ini milik masyarakat. Harapannya, bisa terus dimanfaatkan dan dirawat bersama demi kemajuan pendidikan anak-anak kita,” ujarnya penuh harap.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya: Saiful Bahri,  Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon,
Anggota Komisi III DPRD Kota Cilegon, Perwakilan dari PPL Al-Khairiyah Kota Cilegon, Camat Grogol, Lurah Gerem, Ketua FKDP,, Para RW dan RT, Para guru serta tokoh masyarakat setempat

Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga keagamaan mampu membangun pondasi pendidikan yang kuat dan berdampak positif bagi generasi masa depan.


 

Komentar Via Facebook :