Dana Fantastis, Hasil Tragis: Program Bankeu di Ciawi Disorot

Dana Fantastis, Hasil Tragis: Program Bankeu di Ciawi Disorot

ketebalan aspal yang tidak sesuai dengan papan kegiatan

CYBER88 | Bogor – Program unggulan Kabupaten Bogor yang dahulu dikenal dengan nama Samisade (Satu Miliar Satu Desa) kini berganti menjadi Bantuan Keuangan (Bankeu) dengan tujuan mempercepat pembangunan desa. Namun sayangnya, program dengan anggaran bernilai fantastis hingga miliaran rupiah ini diduga hanya menjadi ajang bancakan. Pasalnya, realisasi di lapangan sering kali tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum.

Setiap tahun, pelaksanaan proyek pengaspalan atau hotmix di sejumlah desa dalam wilayah Kecamatan Ciawi selalu menimbulkan persoalan. Indikasi penyimpangan paling mencolok adalah ketebalan aspal yang tidak sesuai dengan papan kegiatan. Meski dalam papan proyek tertulis ketebalan 0,3 cm, kenyataannya di lapangan jauh lebih tipis—bahkan seperti tisu. Ironisnya, kondisi ini tetap lolos dari verifikasi pihak kecamatan.

Lebih memprihatinkan lagi, pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat justru dikerjakan oleh pihak ketiga (rekanan). Padahal, dalam papan kegiatan tetap ditulis TPK Swadaya Masyarakat, sehingga menimbulkan pertanyaan besar soal transparansi dan kejujuran pelaksanaan proyek.

Anehnya, pihak ketiga yang mengerjakan proyek di 10 desa wilayah Ciawi hampir selalu sama setiap tahunnya. Entah nama CV apa yang ditunjuk, tidak pernah terpampang jelas di papan kegiatan. Hal ini menimbulkan dugaan adanya praktik tidak sehat dalam penunjukan rekanan, sekaligus memperkuat kecurigaan bahwa monitoring Kecamatan Ciawi sangat lemah, bahkan patut dipertanyakan.

Ketika dikonfirmasi, pelaksana lapangan bernama Burdah belum memberikan jawaban saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Kini, masyarakat hanya bisa bertanya:

“Sampai kapan kami harus terus dikorbankan dalam program yang seharusnya untuk kesejahteraan kami?”

Apakah pihak kecamatan dan Pemkab Bogor akan terus membiarkan hal ini terjadi? Sudah saatnya Inspektorat dan aparat penegak hukum turun tangan melakukan audit menyeluruh, agar program percepatan pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menguntungkan segelintir oknum.

Saat awak media GardapelitaNews.com mencoba meminta tanggapan, Kasi Pembangunan Kecamatan Ciawi, Rosma, hanya memberikan jawaban singkat melalui WhatsApp, Selasa (9/9/2025):

“Waalaikumsalam. Berkaitan dengan kegiatan Bankeu, saya sudah lapor kepada pimpinan. Mohon maaf, saya tidak bisa memberikan statemen apa pun. Mohon izin dan semoga Bapak memakluminya. Terima kasih.”

Komentar Via Facebook :