Lurah Gerem Dorong Posyantek Citra Muda Olah Air Sumur Bor Menjadi Air Minum

Lurah Gerem Dorong Posyantek Citra Muda Olah Air Sumur Bor Menjadi Air Minum

CYBER88 | Cilegon – Pemerintah Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol, bersama Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) setempat menggagas inovasi baru berupa pemanfaatan air sumur bor menjadi air siap minum. Program ini masuk dalam kegiatan Pembinaan Posyantek Tahun Anggaran 2025 yang di gelar di Aula Kantor Kelurahan Gerem. Jumat 12/9/2025.

Lurah Gerem, Rahmadi Ramidin, menjelaskan bahwa ide ini berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap air minum dengan biaya lebih terjangkau. Selama ini, 20 sumur bor yang sudah dibangun hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih sehari-hari, sementara warga masih harus membeli air isi ulang untuk dikonsumsi.

“Kami ingin sumur bor yang ada tidak hanya menghasilkan air bersih, tetapi juga air minum. Dengan pendekatan teknologi yang ada, standar baku mutu air minum bisa terpenuhi. Harapan kami, Gerem yang dulu kekurangan air justru bisa memproduksi air minum sendiri sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rahmadi.

Ketua Posyantek Citra Muda Gerem, Chaidar Firmansyah Akbar, menambahkan bahwa gagasan ini lahir dari diskusi internal selama beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, Posyantek sempat fokus pada teknologi pyrolisis, dimana sampah plastik yang dihasilkan masyarakat diolah menjadi BBM, namun karena terkendala anggaran ide tersebut tidak bisa dilanjutkan. Kini, fokus dialihkan pada teknologi penyaringan air sederhana yang memungkinkan air sumur dapat diminum langsung.

“Rencana awal akan kami buat dari iuran anggota, targetnya bisa diuji coba Desember atau Januari 2026. Kalau berhasil, baru kami ajukan bantuan ke Pemerintah maupun Industri. Estimasi biayanya sekitar Rp30–50 juta per unit, tapi tahap awal cukup dengan versi sederhana dan dengan biaya murah,” kata Chaidar.

Ia menegaskan, tujuan utama program ini bukan untuk bisnis depot air minum, melainkan murni untuk konsumsi masyarakat agar beban masyarakat berkurang. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan pengembangan lebih lanjut jika kebutuhan masyarakat semakin besar akan mengarah kesana. 

Sementara itu, Kabid DPUPR Kota Cilegon, Edi Hilfiandi, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kelurahan Gerem. Ia menilai upaya ini serupa dengan program yang pernah dilakukan di Kelurahan Kepuh, Ciwandan, pada 2023 lalu bersama organisasi profesi dan industri air minum.

“Yang penting, kebutuhan air bersih harian masyarakat jangan sampai terganggu. Kalau ingin memproduksi air minum, aturannya sama dengan depot isi ulang. Debit sumur juga harus diuji agar tidak kering dalam 2–5 tahun. Kami mendukung, tapi perlu koordinasi dengan Pemerintah dan Industri,” jelas Edi.

Dengan adanya inisiatif ini, masyarakat Kelurahan Gerem diharapkan tidak hanya terbantu dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, tetapi juga bisa menikmati air minum layak konsumsi langsung dari 20 sumur bor yang telah diupayakan oleh Pemerintah Kelurahan Gerem tersebut.

Komentar Via Facebook :