ASDP Perkuat Akses Penyeberangan di Wilayah 3T untuk Dukung Pengentasan Kemiskinan

ASDP Perkuat Akses Penyeberangan di Wilayah 3T untuk Dukung Pengentasan Kemiskinan

CYBER88 | Serang– PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan komitmennya dalam memperluas akses penyeberangan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) sebagai bagian dari upaya mendukung program pengentasan kemiskinan nasional.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menuturkan bahwa ketersediaan transportasi yang andal dan merata merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Sebagai BUMN penyedia layanan penyeberangan, ASDP memiliki tanggung jawab memperluas konektivitas hingga ke pelosok negeri. Akses transportasi yang merata menjadi kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam Konferensi Nasional Komunikasi bertema “Komunikasi Pembangunan untuk Pengentasan Kemiskinan” di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten, Kamis (25/9/3025).

Salah satu wujud nyata kontribusi ASDP tampak di Pulau Enggano, Bengkulu, yang sebelumnya sempat terisolasi akibat pendangkalan alur pelayaran. Dengan beroperasinya KMP Pulo Tello pada lintasan Bengkulu–Enggano, mobilitas masyarakat kini semakin terbuka. Dalam periode Januari–Juni 2025, kapal ini telah melayani 3.695 penumpang dan 574 unit kendaraan, sekaligus mempermudah distribusi bahan bakar dan kebutuhan pokok.

Selain menghadirkan aksesibilitas, ASDP juga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis tiga pilar: sosial, lingkungan, dan ekonomi. Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa TJSL merupakan investasi sosial yang menghubungkan pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan kualitas hidup.

“Melalui TJSL, kami membekali masyarakat dengan kapasitas dan peluang yang merata, termasuk di daerah 3T. Program yang kami jalankan meliputi beasiswa untuk mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa, pelatihan kewirausahaan bagi IKM dan UKM, hingga penyediaan produk UMKM di vending machine di destinasi pariwisata unggulan seperti Danau Toba dan Labuan Bajo,” ungkapnya.

Kontribusi ASDP terhadap perekonomian nasional juga tercermin dari setoran dividen Rp101 miliar dan pembayaran pajak Rp257 miliar pada 2024, serta penciptaan lapangan kerja bagi lebih dari 6.000 karyawan.

“Pencapaian ini menunjukkan ASDP bukan hanya sebagai penyedia layanan publik, melainkan juga motor penggerak ekonomi nasional,” tambah Shelvy.

ASDP berkomitmen untuk terus memperkuat perannya dalam pembangunan berkelanjutan dengan memperluas aksesibilitas penyeberangan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta menghadirkan program TJSL yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Komentar Via Facebook :