Tembus 15 Miliar, Transaksi Pengguna QRIS Capai 67 Juta Orang

Tembus 15 Miliar, Transaksi Pengguna QRIS Capai 67 Juta Orang

Ilustrasi

CYBER88 | Lampung – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin meluas di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi menggunakan sistem pembayaran digital tersebut telah mencapai 15 miliar transaksi hingga Juli 2026.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyampaikan capaian tersebut dalam kegiatan Lampung Financial Festival di Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).

“Kita lihat transaksi sampai dengan bulan Juli 2026 itu sudah (volume transaksi) mencapai 15 miliar,” kata Filianingsih.

Pertumbuhan QRIS juga terlihat dari jumlah pelaku usaha yang telah menyediakan metode pembayaran tersebut. Sampai periode yang sama, tercatat sekitar 45 juta merchant telah menerima pembayaran melalui QRIS.

“Lalu merchant pedagangnya yang menerima QRIS itu sudah 45 juta ya. Ini lebih besar daripada penduduk tetangga ya,” ujar Filianingsih.

Tidak hanya merchant, basis pengguna QRIS turut mengalami peningkatan. BI mencatat jumlah pengguna QRIS telah mencapai 67 juta orang.

“Dan penggunanya juga sudah 67 juta ya termasuk tadi ya teman-teman juga ya 67 juta. Dan ini terus meningkat,” tuturnya.

Menurut Filianingsih, ekosistem QRIS saat ini ditopang oleh berbagai penyelenggara jasa pembayaran. Layanan tersebut telah dilayani oleh 96 bank, 60 lembaga nonbank, serta empat switching.

QRIS Mulai Banyak Digunakan Lintas Negara

Perkembangan QRIS tidak lagi sebatas transaksi domestik. Sistem pembayaran tersebut telah diperluas untuk mendukung transaksi lintas negara atau cross border.

“Dan kita bukan cuma jago kandang ini QRIS ya, QRIS ini sudah cross border,” kata Filianingsih.

BI mencatat transaksi inbound, yakni pembayaran menggunakan QRIS yang dilakukan warga negara asing saat berada di Indonesia, hingga Juli 2026 mencapai Rp5,9 triliun, atau sekitar 326,3 juta dollar AS.

Dari sisi volume, transaksi inbound tersebut mencapai sekitar 19,76 juta transaksi.

Sementara itu, transaksi outbound yang dilakukan masyarakat Indonesia ketika berada di negara mitra QRIS tercatat sebesar Rp1,73 triliun, setara dengan sekitar 95,6 juta dollar AS. Volume transaksi outbound mencapai 4,32 juta transaksi.

Saat ini, konektivitas QRIS telah mencakup enam negara, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.

“Jadi sudah lintas negara. Kita sudah memiliki koneksi dengan enam negara yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Cina ya,” jelasnya.

Dengan adanya koneksi tersebut, masyarakat Indonesia yang bepergian ke negara-negara mitra dapat melakukan pembayaran menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS, tanpa harus menukarkan uang tunai terlebih dahulu.

“Dan jadi artinya kalau nanti teman-teman pergi ke enam negara itu nggak perlu pergi ke money changer, tidak perlu tukar uang di sana, cukup pakai ponsel-nya asal ada saldonya ya jangan sampai nggak ada saldonya ya,” pungkas Filianingsih.

Komentar Via Facebook :