Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Terjunkan Pasukan Multinasional Di Kodiklat TNI- AD, Baturaja

Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Terjunkan Pasukan Multinasional Di Kodiklat TNI- AD, Baturaja

CYBER88 | OKU, Sumsel, -- Semangat kemitraan militer lintas negara kembali membumbung tinggi di langit Sumatra Selatan, Jumat (04/09/2026),

Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 menggelar aksi terjun payung (airborne) gabungan di Daerah Latihan Pusat Latihan (Puslat) Kodiklat TNI AD, Baturaja. Latihan penerjunan taktis skala besar ini melibatkan ratusan prajurit pilihan dari lima negara, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, India, Jepang, dan Prancis.

Aksi penerjunan yang menegangkan sekaligus memukau tersebut disaksikan secara langsung oleh Komandan Kodiklat TNI, Letnan Jenderal TNI Mohamad Naudi Nurdika, yang bertindak selaku Direktur Latihan (Dirlat). 

Kehadiran Perwira Tinggi TNI ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan manuver udara berlangsung aman, presisi, serta sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Operasi udara multinasional ini mengerahkan enam armada pesawat tempur utama untuk mendukung penerjunan pasukan. Dukungan logistik dan angkut udara tersebut dipasok dari dua armada, yakni dua unit pesawat Hercules C-130 milik TNI, serta tiga unit pesawat Hercules C-130 dan satu unit pesawat tanker/kargo KC-130 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force).

Ratusan personel militer yang terlibat dalam skenario ini diterjunkan secara statis dari ketinggian 1.200 kaki secara bergantian di atas area pendaratan Baturaja. Adapun rincian prajurit yang melompat dari pesawat meliputi 110 prajurit TNI asal Indonesia, 147 prajurit Amerika Serikat, 40 prajurit India, 17 prajurit Jepang, dan 6 prajurit dari Prancis.

Kegiatan airborne gabungan ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kemampuan taktis infiltrasi pasukan dari udara langsung menuju wilayah sasaran musuh. 

Di samping mengasah kemampuan teknis, latihan ini berfungsi sebagai sarana vital untuk menyelaraskan prosedur operasi lintas negara serta menguji kesiapsiagaan cepat gabungan dalam merespons berbagai potensi krisis atau situasi kontingensi di kawasan.

Penyelenggaraan SGS 2026 kali ini mengusung tema “Komando Gabungan Bersama Melaksanakan Operasi Gabungan Multinasional di Wilayah Jakarta, Bandung, Lampung, Baturaja dan Kalimantan Utara Dalam Rangka Memelihara Perdamaian dan Menjaga Stabilitas Keamanan di Kawasan.” Tema ini menegaskan bahwa cakupan latihan tahun ini sangat luas dan terintegrasi di berbagai titik strategis Indonesia.

Kekuatan dan skala Latgabma Super Garuda Shield 2026 kian solid dengan partisipasi aktif dari 21 negara pengirim pasukan latihan.

 Negara-negara yang mengirimkan tentaranya mencakup Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Secara keseluruhan, rangkaian operasi dan keterlibatan internasional ini membuktikan komitmen kuat TNI bersama Komando Indo-Pasifik AS (USINDOPACOM) dalam meningkatkan interoperabilitas serta kesiapsiagaan tempur bersama. 

Latihan ini sekaligus menjadi wujud nyata diplomasi pertahanan Indonesia untuk menjaga stabilitas, keamanan, dan kedamaian di seluruh kawasan Indo-Pasifik. (Reynol/ Edy FK)

Komentar Via Facebook :