Ground breaking Pipanisasi Air Bersih Grogol–Pulomerak, Wali Kota Targetkan 2027 Tanpa Krisis Air
CYBER88 | Cilegon — Pemerintah Kota Cilegon memulai pembangunan jaringan pipa air bersih yang akan menjangkau wilayah Grogol dan Pulomerak. Proyek yang selama ini dinantikan masyarakat tersebut resmi dimulai melalui kegiatan ground breaking yang digelar pada Kamis (24/10/2025)
Acara dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon, H. Robinsar, bersama jajaran Forkopimda dan pejabat Pemerintah Kota Cilegon. Hadir pula perwakilan Kejaksaan Negeri Cilegon, Kapolsek Pulomerak, Asisten Daerah I, II, dan III, perwakilan Dinas PUPR, Kepala DLH dan Bappelitbang, para camat Grogol dan Pulomerak beserta lurah, ketua RT/RW, tokoh masyarakat.
Dari unsur BUMD, hadir Direktur Utama Perumda Air Minum Cilegon Mandiri, Ikhwan Kurniawan, ST, bersama Dewan Pengawas dan jajaran. Kehadiran perwakilan mitra seperti PT KAI Daop 1, PT KTI, PT KPI, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Banten, pelaksana pekerjaan PT Moliska Citra Utama, dan konsultan pengawas, memperkuat kolaborasi dalam menyukseskan proyek ini. Turut hadir pula PPK proyek, Sidik Cuarso, sebagai penanggung jawab teknis.
Dalam sambutannya, Wali Kota Robinsar menegaskan bahwa akses air bersih merupakan hak dasar warga yang harus dipenuhi pemerintah.
“Air adalah sumber kehidupan. Pemerintah wajib memastikan pelayanan dasar ini untuk seluruh masyarakat. Dengan kebersamaan dan niat membantu masyarakat, insya Allah setiap tantangan bisa kita lewati,” ujarnya.
Ia menargetkan pada tahun 2027, warga di wilayah Gerogol–Pulomerak tidak lagi mengalami kesulitan air bersih.
“Kami yakini, jika niat kita untuk ibadah dan membantu, Allah akan mudahkan jalannya,” tambahnya.
Dirut Perumda Air Minum Cilegon Mandiri, Ikhwan Kurniawan, menyampaikan bahwa pembangunan pipanisasi ini sudah direncanakan sejak 2004, namun baru dapat direalisasikan tahun ini.
Pipa yang dipasang berdiameter 8 inci dan mampu mengalirkan air hingga 35 liter per detik atau setara layanan 3.500 Kepala Keluarga (KK).
“Selama ini masyarakat di perbukitan masih harus mengambil air dari lembah. Ke depan, mereka cukup membuka keran di rumah. Ini bentuk peningkatan pelayanan publik yang akan sangat dirasakan manfaatnya,” jelas Ikhwan.
Ia memastikan ketersediaan air di Kota Cilegon masih mencukupi dengan idle capacity sekitar 60 liter per detik.
Camat Pulomerak, Ade Hoeru Sanjaya, menyebut proyek ini menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat.
“Ini momentum yang sangat baik. Doa warga akhirnya dikabulkan, insya Allah pembangunan berjalan lancar hingga tuntas,” ucapnya.
Pembangunan akan dilakukan bertahap:
Segmen pertama: hingga Kelurahan Tamansari
Segmen kedua: ke Kelurahan Lebak Gede
Segmen berikutnya: menuju Suralaya
Masyarakat berharap proyek ini dapat segera dinikmati dan memberi dampak langsung pada kualitas hidup.
Groundbreaking proyek air bersih Grogol–Pulomerak ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Cilegon dalam menghadirkan pelayanan dasar secara merata serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan.


Komentar Via Facebook :