Kurangnya Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni di Desa Cipayung, Bram dan Ajuh Harapkan Bantuan Pemerintah
CYBER88 | Bogor – Di tengah gemerlap kawasan wisata Megamendung, Puncak, yang dipenuhi hotel, vila, dan restoran, masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan. Dua keluarga di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, yakni keluarga Bram dan Ajuh, harus tinggal di rumah yang sudah nyaris roboh dan bocor di berbagai bagian.
Setiap kali hujan turun, keduanya terpaksa menadah air dengan ember dan baskom agar rumah tidak kebanjiran. Kondisi ini membuat mereka semakin berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu memperbaiki tempat tinggal mereka.
“Rumah saya sudah rusak parah dan bocor di mana-mana. Saya hanya kerja serabutan sebagai kuli nyangkul, penghasilan pas-pasan hanya cukup untuk makan dan kebutuhan anak sekolah. Kalau hujan, kami semua tidur di satu kamar karena yang lain bocor,” ungkap Bram dengan nada sedih saat ditemui awak media, Senin (20/10/2025).
Hal senada disampaikan Ajuh.
“Rumah saya juga bocor kalau hujan. Ayah saya sakit stroke dan tidak bisa berjalan. Kalau hujan datang, kami hanya bisa pasrah melihat keadaan,” tuturnya.
Bram mengaku pihak desa dan dinas terkait pernah melakukan survei dan pendataan rumahnya.
“Sudah pernah disurvei dan difoto. Katanya rumah saya layak dapat bantuan dan akan diusahakan, tapi sampai sekarang belum ada kabar. Saya sangat berharap pemerintah bisa membantu,” ujarnya menahan haru.
Menanggapi hal tersebut, Dedi selaku Kaur Pembangunan Desa Cipayung menjelaskan bahwa tahun ini belum ada program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berjalan di desanya.
“Untuk wilayah itu atas nama siapa ya, Kang? Tahun ini belum ada program RTLH di desa. Kalau ada program dari dewan, pengajuannya lewat dewan, bukan dari desa. Hal itu juga sudah saya sampaikan ke Bram dan Ajuh,” jelas Dedi melalui pesan WhatsApp.
Ia menambahkan, pihak desa berharap agar tahun depan program reguler RTLH dapat kembali digulirkan sehingga lebih banyak warga yang bisa mendapat bantuan.
“Mudah-mudahan tahun depan program RTLH berjalan lagi supaya kami bisa memprioritaskan warga yang benar-benar membutuhkan. Kami juga berharap kuotanya bisa ditambah agar lebih banyak rumah yang bisa diperbaiki,” ujarnya.
Dengan adanya pemberitaan ini, masyarakat berharap dinas terkait segera melakukan tindak lanjut dan memastikan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni tepat sasaran, terutama bagi warga yang benar-benar membutuhkan.


Komentar Via Facebook :