ASDP Bangun Amphitheater Ikonik di Siger Park, Dorong Lampung Jadi Pusat Wisata Maritim Nusantara

ASDP Bangun Amphitheater Ikonik di Siger Park, Dorong Lampung Jadi Pusat Wisata Maritim Nusantara

CYBER88 | Bakauheni — Langit cerah di selatan Lampung menjadi saksi lahirnya babak baru bagi pariwisata daerah. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kini menegaskan langkah transformasinya dengan menghadirkan Amphitheater megah di kawasan Siger Park, bagian dari pengembangan Bakauheni Harbour City (BHC) — destinasi wisata maritim terpadu yang menjadi simbol kebangkitan ekonomi pesisir.

Pembangunan amphitheater ini menjadi momentum penting dalam perjalanan ASDP untuk menghadirkan kawasan waterfront yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menghidupkan roda ekonomi lokal. Dengan konsep ruang publik terbuka yang memadukan panorama laut, budaya, dan hiburan, fasilitas ini diharapkan menjadi ikon baru Lampung sekaligus panggung kebanggaan bagi masyarakat daerah.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari visi besar ASDP untuk menjadikan kawasan pelabuhan sebagai pusat ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami ingin menghadirkan kawasan wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama. BHC adalah contoh nyata bagaimana sinergi antara transportasi, pariwisata, dan budaya dapat mendorong kesejahteraan daerah,” ujar Heru.

Amphitheater berkapasitas 10.000 penonton ini dirancang dengan sentuhan arsitektur modern yang menyatu dengan lanskap pesisir. Dilengkapi sistem tata suara dan pencahayaan berkelas internasional, area seniman yang nyaman, serta fasilitas publik berstandar tinggi, tempat ini akan mampu menjadi tuan rumah bagi konser musik, pertunjukan budaya, dan event berskala nasional.

Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menambahkan bahwa pengembangan infrastruktur di kawasan BHC telah mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pemerintah daerah. Salah satu bukti kepercayaan itu adalah dipilihnya BHC sebagai tuan rumah Upacara Peringatan HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Lampung Selatan pada Agustus lalu.

“BHC kini menjadi ruang publik baru yang representatif dan membanggakan. Kami ingin tempat ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat lokal yang terus tumbuh,” ungkap Shelvy.

Sejak pertama kali dikembangkan, kawasan Bakauheni Harbour City terus menunjukkan perannya sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata. Ragam fasilitas seperti Krakatau Park, Selasar Siger, Siger Market, Masjid BSI, Creative Hub, hingga Menara Siger kini menjadikan kawasan ini hidup sepanjang tahun.

Festival kuliner, pergelaran budaya, konser musik, hingga pesta kembang api pergantian tahun telah menjadi agenda rutin yang menarik ribuan pengunjung. Dampaknya pun nyata — tumbuhnya usaha mikro, bertambahnya lapangan kerja, dan meningkatnya daya tarik wisata Lampung sebagai gerbang selatan Sumatera.

Shelvy menegaskan, pengembangan BHC adalah wujud komitmen ASDP untuk menghadirkan “ekosistem wisata berkelanjutan” yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari nilai tambah.

“Kami ingin BHC menjadi kawasan yang tidak hanya cantik, tapi juga berdampak. Dari sinilah masyarakat bisa mendapatkan kesempatan ekonomi baru, dan budaya lokal bisa terus hidup berdampingan dengan modernitas,” jelasnya.

Dengan visi menjadi penyedia layanan transportasi dan pariwisata terintegrasi yang berkelanjutan, ASDP terus berinovasi membangun wajah baru Indonesia dari pesisirnya. Melalui kehadiran amphitheater di Siger Park, ASDP berharap Lampung akan semakin dikenal sebagai mutiara maritim Nusantara — tempat di mana alam, budaya, dan ekonomi tumbuh dalam satu harmoni.

“Kami percaya, dari tepi laut Indonesia akan lahir kekuatan baru — ekonomi yang inklusif, budaya yang lestari, dan masyarakat yang sejahtera. Itulah semangat yang kami bawa melalui BHC,” tutup Shelvy.

 

Komentar Via Facebook :