Festival Kopi Klaten 2025: Kopi Lokal Naik Kelas, UMKM Jadi Bintang di Rumah Sendiri
CYBER88 | Klaten — Akhir pekan di Alun-Alun Klaten terasa berbeda. Aroma kopi memenuhi udara, tawa pengunjung bersahut-sahutan, dan musik lokal mengalun hangat. Semua itu menjadi bagian dari Festival Kopi Klaten (KCF) 2025, ajang tahunan yang kini jadi ikon baru bagi pecinta kopi di Jawa Tengah.
Sabtu, 19 Oktober 2025
Memasuki tahun ketiganya, KCF 2025 sukses menarik ribuan pengunjung dari dalam dan luar daerah. Bukan sekadar festival, acara ini menjadi bukti bahwa kopi Klaten makin percaya diri tampil di panggung nasional.
Lebih dari 40 pelaku UMKM kopi turut ambil bagian dalam festival yang berlangsung dua hari, 18–19 Oktober 2025. Dari biji kopi asli lereng Merapi hingga kreasi minuman kekinian, semuanya tersaji untuk dinikmati pengunjung.
Selain jadi ajang promosi, KCF juga berfungsi sebagai ruang kolaborasi dan berbagi inspirasi. Komunitas kopi, barista muda, dan penikmat kopi rumahan bisa saling bertukar pengalaman — sambil menyeruput secangkir racikan khas Klaten.
Selama festival, Alun-Alun Klaten disulap jadi area pameran yang ramai dan fotogenik. Setiap sudutnya dipenuhi stan kopi, dekorasi artistik, serta area nongkrong yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Suasana makin semarak pada malam puncak, Sabtu (18/10), saat Owah Ger Band tampil di panggung utama. Tak ketinggalan, aksi fun mixology juga mencuri perhatian, memperlihatkan cara kreatif menyajikan kopi dengan gaya modern.
Festival dibuka resmi oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., bersama Wakil Bupati Benny Indra Ardianto dan jajaran Forkopimda. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap geliat kopi dan UMKM daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Hamenang menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar pesta kopi, tapi juga langkah strategis untuk mengangkat ekonomi lokal.
“Kami ingin kopi Klaten bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dengan kualitas dan semangat UMKM kita, itu bukan hal yang mustahil,” ujar Hamenang.
KCF 2025 menggabungkan tiga elemen utama: pameran produk UMKM, hiburan musik, dan edukasi kopi. Strategi ini membuat festival tak hanya ramai pengunjung, tapi juga berdampak nyata bagi para pelaku usaha.
Kegiatan minum kopi bersama masyarakat menjadi simbol kebersamaan — mengingatkan bahwa di balik setiap cangkir kopi, ada kerja keras petani, barista, dan UMKM lokal yang terus menyeduh harapan.
Kopi Klaten kini bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang identitas dan kebanggaan daerah. Melalui festival seperti ini, Klaten membuktikan bahwa kopi lokal tak kalah nikmat — dan siap bersaing di tingkat nasional, bahkan global. (Agus STP)


Komentar Via Facebook :