Pokmas Gerem Gelar Pertemuan Pra-Konstruksi Program DPWKel Tahun 2025
Pelaksanaan PCM kelurahan Gerem 17/10/2025.
CYBER88 | Cilegon — Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, menggelar kegiatan Pra Konstruksi Meeting (PCM) di Aula Kelurahan Gerem, Jumat (17/10/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana lingkungan melalui program Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPWKel) tahun anggaran 2025.
Ketua Pokmas Gerem, Sunhadi, menjelaskan bahwa tahun ini pencairan dana DPWKel dilakukan dalam satu termin. “Alhamdulillah, sesuai dengan program yang sudah disepakati pada pertemuan di Dewan, anggaran tahun 2025 ini cair satu kali termin. Sejak tanggal 16 Oktober kemarin sudah bisa dicairkan, dan seluruh kelurahan di Kota Cilegon, termasuk Gerem, sudah bisa memulai pelaksanaan,” ujarnya.
Menurut Drs. Sunhadi, kegiatan pra konstruksi ini menjadi tanda dimulainya pekerjaan di lapangan. “Kita di Gerem punya 14 titik pembangunan yang tersebar di 11 RW. Jenis pekerjaannya meliputi pembangunan drainase, paving block, rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Harapannya, ke depan ekonomi dan pembangunan bisa lebih baik lagi,” tuturnya.
Sementara itu, Plt. Lurah Gerem, Hikmatul Qismat, menekankan pentingnya kegiatan pra konstruksi sebagai upaya memastikan seluruh pihak memahami detail pekerjaan yang akan dilaksanakan. “Pra konstruksi ini penting supaya nanti di lapangan tidak bingung. Di sini dijelaskan apa saja yang akan dibangun, ukuran, bahan, serta spesifikasi teknisnya,” jelasnya.
Hikmatul menambahkan bahwa pembangunan harus dilakukan sesuai dengan perencanaan teknis atau besttec. “Kalau pembangunannya sudah sesuai dengan besttec, insyaallah hasilnya kuat, administrasinya tertib, dan pelaksanaannya juga aman,” katanya.
Dari tim pendamping program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Mansyur menyampaikan bahwa kegiatan PCM merupakan tahapan penting sebelum pekerjaan dimulai. “PCM ini bertujuan untuk membekali Pokmas dan para ketua RT/RW mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan pekerjaan, seperti pembersihan dan pengecekan lokasi agar sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mansyur menjelaskan bahwa wilayah Gerem memiliki karakteristik topografi pegunungan, sehingga sebagian besar usulan pembangunan difokuskan pada drainase dan TPT. “Wilayah Gerem rawan longsor, jadi memang prioritasnya pada pembangunan TPT dan drainase. Kehadiran program DPWKel ini sangat membantu masyarakat di wilayah tersebut,” tutupnya.
Dengan dimulainya kegiatan pra konstruksi ini, diharapkan seluruh program pembangunan Kelurahan Gerem dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Komentar Via Facebook :