Warga dan Mahasiswa Kramatwatu Mengamuk: Tolak Truk ODOL, Nyatakan Mosi Tidak Percaya ke Pemerintah
CYBER88 | Kabupaten Serang — Ratusan warga dan mahasiswa Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, turun ke jalan dan memblokade Simpang Empat Lampu Merah Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kamis (16/10/2025). Mereka mengamuk, menolak keras lalu lalang truk Over Dimension and Over Load (ODOL) serta truk pengangkut hasil tambang yang setiap hari melintas tanpa kendali.
Aksi besar-besaran ini pecah setelah keresahan warga mencapai puncaknya akibat kemacetan parah dan kebisingan yang ditimbulkan truk-truk raksasa tersebut. Jalan vital penghubung Serang–Cilegon pun lumpuh total selama aksi berlangsung.
Tak hanya berorasi, massa juga membakar ban di tengah jalan sebagai simbol kemarahan terhadap pemerintah yang dinilai tutup mata. Mereka bahkan sempat menghadang beberapa truk besar yang memaksa melintas di jalur itu.
Kemarahan warga Kramatwatu dipicu oleh dampak penutupan tambang di Parung Panjang, Bogor, oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Akibat kebijakan itu, truk-truk tambang kini dialihkan ke jalur Kramatwatu hingga Puloampel dan JLS, menjadikan kawasan tersebut lautan kendaraan berat setiap hari.
“Kami Sudah Muak dengan Janji Pemerintah!”
Koordinator aksi, Sahril, dengan lantang menyatakan mosi tidak percaya terhadap pemerintah yang dianggap hanya pandai berjanji tanpa tindakan nyata.
“Kenapa kami tidak ke pendopo atau provinsi? Karena hari ini kami sudah tidak percaya lagi pada pemerintah. Mereka hanya pandai bicara, tapi tak pernah turun tangan menyelesaikan masalah rakyat,” tegasnya di tengah kepulan asap ban terbakar.
Sahril menegaskan, warga akan terus bergerak sampai ada tindakan nyata.
“Kami tidak akan diam! Penertiban truk ODOL adalah kewajiban kepolisian dan Dinas Perhubungan. Kalau tidak segera dilakukan, kami akan turun lebih besar lagi!” serunya.
Aksi ini menjadi peringatan keras bahwa kesabaran masyarakat telah habis. Jalur vital Serang–Cilegon yang diblokade massa menjadi bukti nyata bahwa ketidakadilan di jalan raya sudah tak bisa lagi ditoleransi.
Polisi Siaga, Situasi Memanas
Puluhan personel Polres Cilegon dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi. Pengamanan dilakukan ketat untuk mencegah bentrok dan menjaga lalu lintas agar tidak lumpuh total.
“Polres Cilegon hadir untuk memastikan penyampaian pendapat di muka umum tetap aman, tertib, dan sesuai ketentuan hukum. Kami mengedepankan dialog agar tidak terjadi gesekan,” ujar Kabagops Polres Cilegon AKP Choirul Anam di lokasi.
Anam menambahkan, pengamanan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Cilegon Nomor: 5025/X/PAM.3.2./2025 tertanggal 15 Oktober 2025. Ia menegaskan, kepolisian akan terus menjaga stabilitas kamtibmas, namun juga meminta masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara proporsional.
Meskipun begitu, gelombang kemarahan warga Kramatwatu tampaknya belum akan surut. Mereka menegaskan akan terus melakukan aksi lanjutan hingga pemerintah benar-benar menertibkan truk ODOL dan memulihkan ketertiban di jalan-jalan utama mereka.


Komentar Via Facebook :