Megahnya Masjid Al-Ikhlas PIK: Ikon Arsitektur Islam Klasik yang Kini Memasuki Tahap Finishing

Megahnya Masjid Al-Ikhlas PIK: Ikon Arsitektur Islam Klasik yang Kini Memasuki Tahap Finishing

CYBER88 | Jakarta — Sebuah tonggak baru tengah berdiri megah di Pantai Indah Kapuk (PIK). Setelah delapan bulan pembangunan intensif, Masjid Al-Ikhlas PIK kini resmi memasuki fase penyelesaian. Proyek monumental bernilai Rp45 miliar ini memperlihatkan wujud akhirnya: lantai marmer mulai terpasang, kubah utama menjulang anggun, dan struktur masjid telah berdiri dengan kemegahan yang mencuri perhatian.

Momentum penting ini dirayakan melalui prosesi syukuran dan doa bersama pada Kamis (14/11/2025), menandai selesainya tahap struktur sekaligus mengawali babak baru bagi rumah ibadah yang kelak menjadi magnet spiritual kawasan PIK.

Nama Al-Ikhlas disematkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar. Nama ini dipilih sebagai simbol ketulusan, keberkahan, dan cita-cita menghadirkan masjid yang bukan hanya berdiri secara fisik, tetapi juga menjadi sumber cahaya kebaikan bagi masyarakat.

Mengusung Islamic Classical Architecture, Masjid Al-Ikhlas tampil sebagai karya arsitektur yang memadukan keanggunan klasik Timur Tengah dengan sentuhan kemewahan modern. Berdiri di atas lahan ±2.435 meter persegi dengan luas bangunan ±1.248 meter persegi, masjid ini mampu menampung hingga 600 jamaah.

Pilar-pilar megah membingkai fasadnya, sementara ruang utama berbentuk lingkaran dilindungi oleh sebuah kubah besar yang memancarkan nuansa teduh, khusyuk, dan berwibawa. Dua menara tinggi berdiri gagah sebagai simbol kejayaan syiar Islam, diperkaya motif geometris dan ornamen arabesque yang mempertegas identitas arsitektur klasik yang abadi.

Dengan progres yang kian mendekati rampung, Masjid Al-Ikhlas PIK ditargetkan menjadi pusat spiritual baru yang dapat digunakan pada awal 2026. Kehadirannya diprediksi menjadi ikon religius yang memperindah lanskap PIK sekaligus memperkuat karakter kawasan tersebut sebagai ruang hidup multikultural yang harmonis.

Prosesi pemasangan keramik secara simbolis dipimpin oleh Estate Management Director Agung Sedayu Grup (ASG) dan perwakilan pengurus masjid, Dr. Ir. H. Restu Mahesa, bersama Project Director ASG, Ridwan Soemadibrata. Restu menegaskan bahwa Al-Ikhlas bukan sekadar konstruksi bangunan, tetapi sebuah amanah besar.

“Pembangunan ini adalah perjalanan spiritual. Kami berharap masjid ini menjadi ladang keberkahan dan menjadi wajah toleransi, tauhid, serta ketakwaan bagi umat Muslim di mana pun berada,” ujarnya dalam pernyataannya.

Riverwalk Island PIK kini kian dikenal sebagai kawasan simbol keberagaman. Hadirnya Masjid Al-Ikhlas melengkapi keberadaan rumah ibadah Si Mian Fo untuk umat Buddha, dan di masa mendatang rumah ibadah dari berbagai agama lain akan dibangun berdampingan, menampilkan panorama toleransi yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Acara syukuran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Muhammad Nurdin NH dan pemberian santunan kepada anak yatim — sebagai tanda harapan, keberkahan, dan tekad menghidupkan nilai-nilai luhur sejak awal berdirinya masjid ini.


 

Komentar Via Facebook :