Sepak Bola Menghidupkan Cot Gapu 2021, Melahirkan PSSB Bireuen
CYBER88 | Bireuen – Desa Cot Gapu yang sempat lengang pada masa konflik Aceh kembali bergeliat pada awal 2021. Kebangkitan itu dipicu oleh kegiatan sepak bola yang digagas Toto Zakaria—dikenal dengan sapaan Bang Jack atau Bang Jaka—bersama rekan-rekannya di Pesantren Cot Gapu serta Karang Taruna setempat.
Lapangan Cot Gapu yang berada di jalur utama Lhokseumawe–Bireuen mendadak menjadi pusat keramaian. Inisiatif sederhana untuk menyatukan pemuda melalui sepak bola mendapat respons luas, tidak hanya dari remaja, tetapi juga para orang tua yang ikut datang bermain dan menyaksikan setiap laga.
Juara Antar Desa, Lahirnya PSSB
Geliat sepak bola di Cot Gapu kian menguat pada pertengahan 2021. Desa tersebut berhasil meraih juara pada turnamen antar desa se-Bireuen. Prestasi ini menjadi momentum lahirnya klub kebanggaan daerah, Persatuan Sepak Bola Seluruh Bireuen (PSSB).
Dengan dukungan Bupati Bireuen saat itu, Drs. H. Mustafa A. Glanggang, struktur pengurus resmi PSSB dibentuk. Mustafa didapuk sebagai Ketua Umum, Bachtiar Juli sebagai Manajer, dan M. Yusuf Usman sebagai Kepala Tim Pelatih. Stadion Cot Gapu kemudian ditetapkan sebagai markas utama PSSB.
Dorong Kemandirian Klub
Dalam konferensi pers di Stadion Cot Gapu, Senin (4/10/2021), Mustafa mengumumkan rencana pembentukan PT PSSB sebagai langkah mencapai kemandirian finansial.
“PT PSSB akan kita bangun dengan kepemilikan saham oleh masyarakat, pemerintah, serta pengurus. Dengan demikian, pengelolaan dana menjadi lebih terstruktur dan kesejahteraan pemain dapat terjamin,” ujarnya di hadapan media dan sejumlah tokoh Bireuen seperti H. Sopiah Ali, T. Burhanuddin, Sekum PSSB Tarmizi Hamid (Tar Beuligat), serta Manajer Aziz Fandila.
Mustafa juga menegaskan bahwa Stadion Cot Gapu telah menjadi home base PSSB secara de facto meski aset tersebut masih milik Pemerintah Kabupaten Bireuen. Ia berharap pemda dapat membangun stadion baru dalam dua tahun apabila stadion itu dialihfungsikan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Belajar dari Klub Profesional
Sekretaris Umum PSSB, Tarmizi Hamid, menyatakan pihaknya akan mengirim perwakilan ke Bandung untuk mempelajari model pengelolaan klub profesional, mencontoh PT Persib Bandung Bermartabat.
“Ini langkah strategis agar PSSB dapat dikelola secara profesional dan mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, mantan Ketua PSSB Bireuen, Sopian Ali (Yan PT), menilai PSSB memiliki nilai historis dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat. Menurutnya, seluruh pihak harus bekerja keras untuk mengembalikan marwah klub tersebut.
Dari Desa Menjadi Kebanggaan Daerah
Kisah bangkitnya olahraga di Cot Gapu menunjukkan bahwa sepak bola mampu menyatukan masyarakat dan menghadirkan energi positif, bahkan setelah masa-masa sulit. Dari lapangan desa yang sederhana, kini lahir semangat baru yang mengangkat nama Bireuen melalui PSSB.


Komentar Via Facebook :