TNI Kebut Pembangunan Jembatan Bailey di Aceh, Presiden Prabowo Turun ke Lokasi dan Angkat Moril Prajurit

TNI Kebut Pembangunan Jembatan Bailey di Aceh, Presiden Prabowo Turun ke Lokasi dan Angkat Moril Prajurit

CYBER88 | Aceh, -- Di tengah sisa lumpur banjir yang masih menempel di pinggir-pinggir jalan dan puing jembatan yang terbawa arus, deru mesin alat berat dan suara palu para prajurit TNI tak pernah padam. Mereka bekerja dari pagi hingga malam, berpacu dengan waktu untuk memulihkan akses warga Aceh yang terisolasi.

Di tengah kesibukan itu, Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di lokasi pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane, Kabupaten Bireuen. Kedatangannya bukan sekadar agenda resmi negara, tetapi menjadi suntikan moril bagi prajurit yang telah berhari-hari bekerja dalam medan berat dan cuaca tak menentu.

Kehadiran Presiden yang Menguatkan Barisan Prajurit

Saat tiba di lokasi, Presiden disambut prajurit yang masih mengenakan seragam penuh lumpur. Tatapan mereka penuh kelelahan namun tetap teguh. Presiden berdiri di tengah mereka, mengangguk, dan berkata pelan namun tegas:

“Kalian bekerja untuk rakyat. Untuk harapan mereka. Saya bangga dengan kalian. Teruskan tugas ini.”

Kalimat sederhana itu membuat para prajurit tampak lebih tegap. Sebagian bahkan langsung mempercepat ritme mereka melanjutkan perakitan rangka baja jembatan.

Prabowo juga menerima paparan teknis dari Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, sebelum melintasi genangan air dan berjalan menuju struktur baja yang tengah dirangkai. Di sana ia kembali memberi motivasi, memastikan setiap prajurit tahu bahwa negara hadir, memperhatikan, dan mendukung penuh tugas mereka di Aceh.

Jembatan Teupin Mane sepanjang 25 meter yang menghubungkan jalur penting di Kecamatan Juli kini telah mencapai progres 75 persen dan ditargetkan tuntas pada 11 Desember 2025.

Pembangunan Dikebut di Banyak Titik yang Ambruk

Selain Teupin Mane, TNI juga terus mengerjakan sejumlah jembatan lain yang rusak diterjang banjir:

Jembatan Teupin Reudep (36 meter) di jalur alternatif Bireuen–Lhokseumawe–Bener Meriah, ditargetkan selesai 13 Desember 2025.

Jembatan Kutablang (80 meter) dengan progres 9,78 persen dan target rampung 18 Desember 2025.

Jembatan Jeurata (40 meter) di Aceh Tengah yang menghubungkan Pidie dan Aceh Tengah.

Sejumlah jembatan lain di Bireuen seperti Ulee Jalan, Matang Bagka, dan Alue Limeng serta di Bener Meriah seperti Alue Kulus, Enang-Enang, Wehni Rongka, hingga Timang Gajah, masih menunggu suplai material sebelum pengerjaan dimulai.

Tantangan Lapangan: Jalan Terputus, Material Terhambat

Hujan yang masih turun bergantian dengan kabut tipis membuat medan semakin berat. Banyak jalur menuju lokasi pembangunan hanya bisa dilalui kendaraan tertentu. Sejumlah material pun harus didatangkan dari luar daerah, termasuk untuk Jembatan Beutong Ateuh yang masih menunggu kiriman dari Riau.

Namun para prajurit tetap memilih bertahan di lokasi. Mereka bekerja dengan semangat yang tinggi, didorong oleh kebutuhan mendesak masyarakat yang terputus aksesnya.

Komitmen Pemulihan Aceh

Dalam beberapa minggu ke depan, seluruh jembatan Bailey yang direncanakan di Aceh ditargetkan dapat selesai. Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan Aceh bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga soal mengembalikan rasa aman dan harapan masyarakat setelah bencana.

Kehadiran Presiden Prabowo, yang turun langsung ke titik kritis, menjadi energi tambahan bagi prajurit TNI yang bekerja tanpa lelah. Mereka tidak hanya membangun jembatan—mereka sedang membangun kembali kehidupan warga Aceh.

Komentar Via Facebook :