Matakin Apresiasi Klaten atas Klenteng Konghucu Pertama, Bupati Terima Penghargaan Kerukunan
CYBER88 | KLATEN — Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Budi Santosa Tanuwibowo, akan memberikan penghargaan istimewa kepada Bupati Klaten atas terwujudnya Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Klaten. Pusat edukasi tersebut menghadirkan enam rumah ibadah lintas agama, termasuk Klenteng bagi umat Konghucu yang menjadi yang pertama dan satu-satunya di Klaten.
Penghargaan dijadwalkan diserahkan pada Rabu, 17 Desember 2025, bersamaan dengan Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Solo Raya yang akan digelar di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten.
Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama yang berada di kompleks Grha Bung Karno Klaten ini dilengkapi dengan masjid, gereja Kristen Protestan, gereja Katolik, vihara Buddha, pura Hindu, serta Klenteng Konghucu. Kehadiran fasilitas lintas agama tersebut dinilai menjadi simbol nyata komitmen pemerintah daerah dalam merawat toleransi dan persatuan.
Hal itu disampaikan Budi Santosa Tanuwibowo saat bersilaturahmi dan meninjau langsung pusat edukasi tersebut pada Minggu (7/12/2025). Menurutnya, keberadaan pusat edukasi ini memiliki nilai strategis dalam menumbuhkan kesadaran toleransi dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
“Pusat edukasi kerukunan umat beragama ini sangat bermanfaat dan patut menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan kedamaian serta kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Matakin memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan Klenteng Konghucu yang menjadi rumah ibadah pertama dan satu-satunya bagi umat Konghucu di Klaten. Klenteng tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dirancang sebagai pusat kegiatan sosial, budaya, dan destinasi wisata religi.
“Klenteng ini dibangun untuk memfasilitasi kebutuhan spiritual umat Konghucu di Klaten dan sekitarnya, sekaligus menjadi simbol kerukunan umat beragama,” kata Budi.
Ke depan, Matakin Pusat bersama Matakin Jawa Tengah berkomitmen mengambil peran aktif dalam memelihara dan mengembangkan Klenteng di kompleks Grha Bung Karno Klaten. Upaya ini bertujuan meningkatkan kegiatan spiritual dan sosial umat Konghucu serta memperkuat harmoni antarumat beragama.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Matakin Provinsi Jawa Tengah, Andi Tjiok. Ia menilai kehadiran rumah ibadah Konghucu di Klaten menunjukkan komitmen nyata dalam mempromosikan toleransi dan kerukunan umat beragama di Jawa Tengah.
“Dengan adanya rumah ibadah ini, umat Konghucu di Klaten dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan tenang. Klaten patut menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Klaten, KH Syamsuddin Asyrofi, menyambut baik kunjungan dan apresiasi dari Matakin Pusat dan Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, keberadaan Klenteng Konghucu di Klaten merupakan wujud konkret dari kerukunan dan toleransi yang terus dijaga bersama.
“Kami berharap kunjungan ini semakin memperkuat hubungan antarumat beragama di Klaten dan mendorong terciptanya kerukunan yang berkelanjutan,” katanya.
Sebagai informasi, FKUB Kabupaten Klaten baru-baru ini juga meraih peringkat pertama Harmony Award 2025 dari Menteri Agama RI atas berbagai inovasi dalam merawat kerukunan umat beragama. Sebelumnya, Bupati Klaten juga menerima penghargaan sebagai Bupati Paling Peduli Pendidikan Karakter Bangsa dalam merawat kerukunan umat beragama di masyarakat.
Dengan hadirnya Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama beserta Klenteng Konghucu di dalamnya, Klaten diharapkan terus menjadi simbol toleransi, persatuan, dan kedamaian antarumat beragama.(Agus STP)


Komentar Via Facebook :