FPRB Kota Cilegon Gandeng PT PLN Bentuk FPRB Destana Kelurahan Cikerai

FPRB Kota Cilegon Gandeng PT PLN Bentuk FPRB Destana Kelurahan Cikerai

Kegiatan pembentukan FPRB kelurahan Cikerai 23/12/2025

CYBER88 | Cilegon – Upaya penguatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana terus dilakukan. Kelurahan Cikerai resmi membentuk Desa Siaga Bencana (Destana) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dalam kegiatan yang digelar di Aula Kelurahan Cikerai, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Camat Cilegon, Sofan Maksudi, dan dirangkaikan dengan penyerahan rompi seragam FPRB secara simbolis kepada para anggota forum yang baru dibentuk oleh Ketua FPRB Kota Cilegon, Lurah Cikerai, BPBD Provinsi Banten dan BPBD Kota Cilegon.

Dalam sambutannya, Camat Sofan mengapresiasi inisiatif pembentukan FPRB Destana dan menyemangati seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di wilayah Kelurahan Cikerai.

Koordinator Bidang Advokasi FPRB Kota Cilegon, Rahmadi Ramidin, yang mewakili Ketua FPRB Kota Cilegon H. Hasbi Sidik, menjelaskan bahwa pembentukan FPRB Destana Kelurahan Cikerai merupakan tindak lanjut dari peta mitigasi bencana Kota Cilegon, dimana Kelurahan Cikerai masuk dalam zona evakuasi bencana.

“Kelurahan Cikerai ini menjadi salah satu wilayah evakuasi apabila terjadi bencana di Kota Cilegon. Oleh karena itu, FPRB Kota Cilegon menindaklanjutinya dengan sosialisasi Desa Tangguh Bencana sekaligus pembentukan FPRB di tingkat Kelurahan,” ujar Rahmadi.

Ia berharap, melalui pembentukan forum ini, masyarakat Kelurahan Cikerai memiliki pemahaman yang baik terkait adaptasi dan mitigasi bencana, sehingga mampu menjadi wilayah yang tanggap dan siaga terhadap berbagai potensi bencana.

Rahmadi juga menambahkan bahwa Kelurahan Cikerai merupakan kelurahan ke-10 dari 43 kelurahan di Kota Cilegon yang telah membentuk FPRB. Hal ini diharapkan menjadi stimulus bagi kelurahan lain untuk ikut membentuk forum serupa.

“Kebencanaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab masyarakat. Dengan FPRB Destana, masyarakat diharapkan mampu melakukan penanganan kebencanaan secara mandiri,” jelasnya.

Sebagai wilayah hulu Kota Cilegon, Kelurahan Cikerai memiliki peran strategis dalam menjaga lingkungan, khususnya aliran sungai, agar tidak menimbulkan bencana di wilayah hilir. Menyesuaikan dengan potensi kebencanaan setempat, FPRB Kota Cilegon juga memberikan bantuan berupa mesin senso, mesin babat rumput, serta seragam FPRB Destana sebagai bentuk dukungan dan stimulan bagi pengurus yang baru terbentuk.

Sementara itu, Lurah Cikerai, Cecep Sukarya, selaku tuan rumah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kabid BPBD Provinsi Banten H. Asep serta jajaran yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas inisiasi Sekretaris Kelurahan Cikerai, Rahmadi Ramidin, yang dinilai selalu menghadirkan inovasi, motivasi, serta komitmen dalam pengembangan, kesejahteraan, dan kenyamanan masyarakat Kelurahan Cikerai.

Kabid  sistim dasar informasi bencana BPBD Kota Cilegon Ade R. Setiawan menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPD) yang didukung oleh EPRB Kota Cilegon melalui pendanaan CSR PLN, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana tanpa menggunakan APBD, dengan dukungan dari BNPBD.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan FPRB ke depan tidak hanya difokuskan di Cikerai, tetapi akan diarahkan pada kelurahan pesisir dan kawasan industri yang menjadi prioritas BNPB. Saat ini masih terdapat dua kelurahan yang belum terbentuk, yaitu Kepuh dan Suralaya, yang memiliki potensi risiko tsunami dan kegagalan teknologi.

Menurutnya, pembentukan FPRB di wilayah tersebut sangat penting agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi potensi bencana. Ia berharap seluruh kelurahan di Kota Cilegon ke depan dapat memiliki FPRB sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana yang terencana dan berkelanjutan.

Dengan terbentuknya FPRB Destana Kelurahan Cikerai, diharapkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan wilayah yang tangguh dan siap menghadapi risiko bencana.
 

Komentar Via Facebook :